Nama Sejumlah Prodi Berubah

Tim Verifikasi Dokumen Penyesuaian Nama Program Studi (Prodi) Kementerian Riset, Teknologi

Nama Sejumlah Prodi Berubah
DIREKTUR Politeknik Negeri Lhokseumawe Nahar MT menyerahkan ijazah dalam prosesi wisuda di Gedung Auditorium kampus setempat, Kamis (20/9). IST 

BANDA ACEH - Tim Verifikasi Dokumen Penyesuaian Nama Program Studi (Prodi) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan verifikasi dokumen penyesuaian nama prodi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah XIII Aceh selama dua hari, 11-12 Oktober 2018.

Menariknya, dari 14 LL-Dikti se-Indonesia, Acehlah yang pertama kali dilakukan verifikasi nama-nama prodinya. Aceh dipilih, karena LL-Dikti Wilayah XIII merupakan LL-Dikti yang paling proaktif merespons wacana verifikasi ini.

“Awalnya kita menerima verifikasi secara mandiri, tapi terasa sangat lambat dan kurang efektif. Kini kita coba jemput bola untuk percepatan. Dan hari ini kami pilih Aceh untuk verifikasi perdana dokumen penyesuaian ini, karena LL-Dikti Wilayah XIII Aceh-lah yang paling cepat tanggap menyambut wacana verifikasi ini. Verifikasi dilakukan hingga sampai draf dan berita acara,” ujar Kasubdit Pengembangan Perguruan Tinggi (PT) Program Akademik Kemenristekdikti, Toto Suhartono yang secara on the spot memverifikasi dokumen itu di Kantor LL-Dikti Wilayah XIII Aceh kemarin. Kantor itu berada di Kompleks Perumahan Dolog, Banda Aceh.

Menurutnya, perubahan nama prodi ini merujuk pada Permenristekdikti Nomor 15 Tahun 2017 yang memiliki turunan berupa Permenristekdikti Nomor 257 Tahun 2017 tentang Nama-nama Program Studi. Merespons amaran Permenristekdikti itu, prodi-prodi dengan nama baru telah dikumpulkan masing-masing ketua prodi dari berbagai perguruan tinggi se-Aceh di Kantor LL-Dikti Wilayah XIII, Banda Aceh. Jadi, kemarin nama-nama prodi itulah yang diverifikasi. Dari 50 prodi yang diverifikasi tahap pertama, 46 di antaranya dinyatakan layak menggunakan nomenklatur baru.

Dalam verifikasi itu kemarin, hadir juga Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Ir Ridwan MSc. Menurutnya, esensi dari penyesuaian nama prodi tersebut adalah good will dari Kemenristekdikti untuk menciptakan satu standar penamaan.

“Penamaan yang standar ini untuk mendapatkan pengakuan lulusan prodi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Meskipun, jika merujuk pada peraturan terbaru Permenristekdikti Nomor 33 Tahun 2018 prodi dibolehkan tetap menggunakan nama prodi yang lama, namun jika prodi mengikuti nama prodi yang sesuai Permen Nomor 257 maka akan memudahkan lulusannya mendapatkan pekerjaan, karena pengguna lulusan akan merujuk pada Permenristekdikti,” ujarnya.

LL-Dikti Harap Semua PT Mengikuti
Beberapa permasalahan memang muncul dalam penyesuaian prodi ini. Untuk itu, Muhammad Nur selaku Kasubbag Kelembagaan LL-Dikti Wilayah XIII menyatakan, “Setelah dikeluarkan draf verifikasi dan berita acara kami akan mengontak PTS kembali untuk mengonfirmasi apakah penyesuaian nama prodinya akan dilanjutkan atau tidak.”

Meski sampai hari ini akan terus direvisi secara berkala penyesuaian nama prodi-prodi tersebut, kata Muhammad Nur, diharapkan bisa diikuti oleh perguruan tinggi se-Aceh karena penyeragamanitu untuk memudahkan lulusan sebuah prodi mendapatkan pekerjaan. (dik)

contoh prodi berubah nama
* Prodi Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia menjadi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (Indonesia Language Education)
* Teknik Informatika berubah menjadi Teknik Komputer (Computer Engineering)
* Prodi Budidaya Perairan berubah menjadi Akuakultur (Aquacultur)
* Prodi Teknologi Industri Pertanian berubah menjadi Agroindustri (Agroindustry)
* Prodi Pendidikan Ekonomi berubah jadi Profesi Guru Ekonomi (Economic Education)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved