Nelayan Minta Tambah Kuota Solar

Para nelayan di Pelabuhan Perikanan Lampulo lama dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo Baru, Kota Banda Aceh

Nelayan Minta Tambah Kuota Solar
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
SPDN di Desa Kilangan, Singkil, Aceh Singkil, terlantar. Kondisi itu menjadi penyebab pasokan BBM untuk nelayan kurang. 

BANDA ACEH - Para nelayan di Pelabuhan Perikanan Lampulo lama dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo Baru, Kota Banda Aceh, meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh mengusulkan tambahan kuota solar ke Pertamina. Pasalnya untuk mendapat bahan bakar untuk boat, mereka harus antre dua hingga tiga hari.

“Kuota solar yang dipasok Pertaminan untuk SPBN Pelabuhan Perikanan Lampulo lama sebanyak 192 ton per bulan atau 6.400 liter/hari. Jumlah tersebut tidak cukup untuk 200 boat tangkap di bawah 30 GT yang bermarkas di Pelabuhan Perikanan Lampulo,” kata Anwar Saputra, pemilik boat kepada Serambi, Jumat (11/10) di SPBN Lampulo lama.

Anwar mengatakan, ia miliki tiga boat tangkap berkapasitas 27-30 GT. Satu boat butuh solar sampai 2 ton, untuk melaut selama satu minggu. Berarti tiga boat seminggunya butuh 6 ton. Sementara solar yang disuplai Pertamina ke SPBN Lampulo Lama per harinya sekitar 8 ton, ini artinya hanya bisa memenuhi empat boat.

Hal senada juga diungkapkan Syukri, nelayan boat tangkap yang bermarkas di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo baru. Ia juga miliki tiga boat tangkap ikan. Tapi setiap Jumat yang melaut hanya satu karena jatah solar subsidi untuknya hanya 2 ton. Boat lainnya berangkat ke laut, setelah mendapat solar subsidi pada hari antrean kedua atau ketiga.

Pengelola SPBN Pelabuhan Perikanan Lampulo Lama, Amiruddin Syah mengatakan, kuota solar subsisi yang diberikan Pertamina satu bulan hanya 192 ton atau 6.400 liter/hari. Pasokan solar sebanyak itu, hanya cukup melayani tiga empat boat nelayan. Sementara jumlah boat tangkap ikan kapasitas dibawah 30 GT yang masih berhak mendapat BBM solar subsidi jumlahnya mencapai 200 unit lebih.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Dedi, pengelola SPBN Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaradja Lampulo baru. Ia mengatakan, kuota solar subsidi yang diberikan pertamina untuk SPBN nya hanya 128 ton/bulan atau 4.200 liter/hari, jauh di bawah kuota SPBN Pelabuhan Perikanan Lampulo Lama.

Padahal, katanya, jumlah boat tangkap ikan 30 GT yang berlabuh di PPS Kutaradja Lampulo baru mencapai 150 unit. “Kuota solar subsidi yang diberikan pertamina hanya cukup untuk dua boat, setelah itu langsung berhenti operasi dan menunggu pasokan baru esok harinya,” jelas Dedi.

Akan Undang Pertamina
Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaradja Lampulo baru, Nurmahdi mengatakan, keluhan nelayan ini akan disampaikan ke Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Aceh untuk diteruskan ke Pertamina. Pihaknya berencana akan mengundang Pertamina untuk membahas persoalan ini.

“Kondisi itu, sangat tidak sehat. Bagaimana kita mau mensejahterakan hidup nelayan tangkap, untuk mendapat solar subsidi saja, mereka harus tunggu mengantri dua sampai tiga hari. Ini perlu menjadi perhatian Pertamina Banda Aceh,” ujar Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Cut Yusminar dan menyatakan akan segara menyurati kembali Pertamina Banda Aceh agar bisa menambah kuota solar subsidi untuk boat nelayan.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help