Pengrajin Batu Bata Terima Traktor Tangan

Para pengrajin batu bata di Pidie Jaya kini bisa bernapas lega lega. Pasalnya, jika selama ini tanah sebagai media

Pengrajin Batu Bata Terima Traktor Tangan
PEKERJA menyusun batu bata untuk dikeringkan di Desa Ulee Reuleung, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Minggu (10/11). SERAMBI/NURUL HAYATI 

MEUREUDU- Para pengrajin batu bata di Pidie Jaya kini bisa bernapas lega lega. Pasalnya, jika selama ini tanah sebagai media untuk menghasilkan batu bata diproses secara manual, kini bisa menggunakan alat mekanis atau mesin berupa traktor tangan. Dengan demikian akan meningkatkan produktivitas. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir Jailani Beuramat menyerahkan 15 unit hand traktor tersebut yang merupakan bantuan pemerintah pusat, Jumat (12/10).

Prosesi penyerahan secara simbolis berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Pohroh-Meureudu dan dihadiri calon penerima dari tiga kecamatan, yakni Trienggadeng, Ulim, dan Bandarbaru. Kadis Perindustrian Perdagangan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Pijay, Rafiati SE dalam laporannya menyebutkan, ke-15 unit hand traktor bantuan APBN tahun 2018 diperuntukkan kepada sekitar 100 orang calon penerima yang tergabung dalam lima kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 20 orang.

Setiap kelompok mendapat satu unit hand traktor. Diakui, selama ini pengrajin kwalahan pada proses pemecahan tanah untuk bahan baku. Namun, setelah adanya mesin akan menjadi lebih mudah dan diperkirakan jumlah produksi akan meningkat drastis. Kadisperindagkop dan UKM Pijay meminta agar para penerima merawat dan memanfaatkan dengan baik alat ini.

Jailani Bramat saat menyerahkan alat tersebut secara simbolis juga berharap, supaya fasilitas itu dimanfaatkan dengan baik sekaligus dipelihara agar berdaya atau berhasil guna. “Hand traktor itu tidak untuk dijual atau disalahgunakan. Disperindagkop Pijay secara kontinyu juga akan melakukan pengawasan. Karenanya, kepada pengusaha batu bata diimbau supaya bantuan ini tidak malah menambah masalah atau membuat pecah belah sesama warga,” katanya.

Beberapa pengrajin batu bata menjawab Serambi mengaku lega mendapat bantuan traktor. Diakui, selama ini salah satu kendala yang dihadapi pengusaha adalah proses pengolahan atau pemecahan tanah sebagai media untuk batu batu. “Alhamdulillah, kerja berat yang selama ini kami lakukan, kini sudah ringan,” kata Rusli, seorang pengusaha batu bata dari Ulim. Hal yang sama dilontarkan Muhammad, pengusaha bidang yang sama dari Blang Baro-Cubo, Kecamatan Bandarbaru.(ag)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help