Perjalanan Karier Eddy Sundoro, Mantan Komisaris Lippo yang Sempat jadi Buronan KPK

Ia diduga sebagai otak dari kasus penyuapan terhadap mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Perjalanan Karier Eddy Sundoro, Mantan Komisaris Lippo yang Sempat jadi Buronan KPK
kontan.co.id
Eddy Sundoro 

SERAMBINEWS.COM - Eddy Sindoro, tersangka kasus suap terhadap mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait pengajuan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Atase Atase Kepolisian RI di Singapura, Jumat (12/10).

Pada 21 November 2016 silam, Eddy Sindoro ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Ia diduga sebagai otak dari kasus penyuapan terhadap mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Sekadar informasi, Eddy Sindoro meniti karier profesional yang cukup panjang di Lippo Group.

Baca: Erosi DAS Tandrong Semakin Parah, Puluhan Hektare Kebun Warga Menghilang

Eddy pernah menjabat sebagai Marketing Group Head PT Bank Lippo Tbk dari tahun 1988 sampai 1989, Kemudian menjadi Konsultan Presiden Direktur PT Lippo Bank Tbk dari 1989 hingga 1998,

Selama setahun (1995-1996) pernah menduduki Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, kemudian menjadi Presiden Direktur PT Bank Lippo Tbk tahun 1998 hingga 1999.

Dari 2000 sampai 2001, menjadi Presiden Direktur PT Lippo E-Net Tbk. Lalu sempat menjadi Presiden Direktur PT Siloam Healthcare Tbk dari 2001-2004.

Kemudian menjadi Komisaris PT Matahari Putra Prima Tbk dan Lippo Karawaci.

Baca: Untuk Lunasi Utang Dana Kampanye, Bupati Malang Terima Suap Rp3,45 Miliar

Eddy Sindoro juga diketahui sebagai petinggi Paramount Enterprise International dengan kantor pusat di Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Perusahaan yang sebelumnya bernama PT Paramount Land ini bergelut di dunia properti real estate yang cukup sukses di Indonesia.

(Muhammad Afandi)

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Jalan Panjang Karier Eddy Sundoro, Mantan Komisaris Lippo yang Sempat jadi Buronan KPK

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help