Ribuan Rumah Terendam Banjir

Ribuan rumah di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (12/10) terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu

Ribuan Rumah Terendam Banjir
SERAMBI/DEDE ROSADI
Warga naik perahu melintasi banjir yang merendam Jalan Gunung Meriah-Singkohor, Aceh Singkil, di Desa Cingkam, Jumat (12/10)SERAMBI/DEDE ROSADI 

* Tersebar di Empat Kecamatan di Aceh Singkil

SINGKIL - Ribuan rumah di Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (12/10) terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu. Korban banjir tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Suro, Simpang Kanan, Gunung Meriah dan Kecamatan Singkil. Berdasarkan data sementara banjir terparah dirasakan penduduk Simpang Kanan.

Setidaknya ada 1.639 penduduk menjadi korban banjir di enam desa yang ada di Simpang Kanan. Dengan rincian Desa Ujung Limus 292 jiwa, Lea Riman 140 jiwa, Cibubukan 603 jiwa, Tanjung Mas 402 jiwa, Silatong 180 jiwa dan Serasah 22 jiwa. Camat Simpang Kanan Sopian mengatakan ketinggian banjir di wilayah itu mencapai 80 centimeter.

Warga sejauh ini masih bertahan di rumah dengan membuat jembatan dari kayu agar tidak terkena banjir. “Laporan sementara korban banjir di Simpang Kanan ada 1.639 jiwa,” kata Sopian. Banjir juga sempat merendam jalan dan pemukiman penduduk Desa Bulu Sema, Kecamatan Suro. Namun genangan banjir hanya berlangsung dalam hitungan jam, menjelang siang sudah kembali surut.

Desa lain yang terendam banjir Solok dan Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah. Banjir tersebut merupakan kiriman dari wilayah Suro dan Simpang Kanan, melalui Sungai Lae Cindang. Banjir di Solok, mengakibatkan transportasi Gunung Meriah dengan Kecamatan Singkohor, terputus. Kendaraan tidak bisa melintas kecuali menggunakan perahu.

Wilayah lain di Aceh Singkil yang mulai tergenang banjir Desa Rantau Gedang, Teluk Rumbia, sebagian Ujung Bawang dan Pea Bumbung, Kecamatan Singkil. Banjir di Rantau Gedang, menyebabkan penduduk di pinggir sungai tersebut hanya bisa keluar melalui jalur sungai. Sebab jalan darat terendam banjir dengan kedalaman sepinggang dewasa sekitar 100 meter ketika hendak sampai ke pemukiman.

Membuat Jembatan Darurat
Sementara itu di Ujung Bawang, warga telah membuat jembatan darurat sebagai penghubung antara jalan raya dengan rumah untuk melewati banjir. Warga juga menyiapkan jembatan dari kayu dalam rumah untuk menyimpan barang, tempat masak sekaligus tempat tidur selama banjir.

Kearifan lokal tersebut sejauh ini membuat korban banjir tetap bisa bertahan di dalam rumah. Dengan cara itu tidak mengherankan walau banjir masuk ke dalam rumah penduduk jarang yang mengungsi.(de)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help