Ini Tanggapan MaTA

SECARA terpisah, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyebutkan, rendahnya serapan anggaran karena masih adanya proyek-proyek

Ini Tanggapan MaTA
ALFIAN, Koordinator MaTA

SECARA terpisah, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyebutkan, rendahnya serapan anggaran karena masih adanya proyek-proyek yang belum terealisasi di Aceh disebabkan beberapa hal. Pertama, Plt Gub tidak konsisten dalam memastikan program atau anggaran di SKPA.

“Artinya dalam penyerapan dan pelaksanaan program, Plt tidak bisa menyerahkan begitu saja pada bawahannya tapi peran Plt jauh lebih penting sehingga tidak terjadi pola akal-akalan dalam bekerja,” kata Koordinator MaTA, Alfian.

Kedua, ada program atau pekerjaan yang tertuang dalam pergub tanpa perencanaan, sehingga program tersebut menjadi sorotan publik. Menurut Alfian, program tanpa perencanaan secara teknis akan memakan waktu yang panjang untuk dilaksanakan.

Ketiga, terjadinya pergantian eselon II yang seharusnya dipercepat tapi terjadi penundaan waktu yang lama sehingga sangat berpengaruh pada kebijakan pembangunan. “Bagi kepala dinas yang merasa tidak diloloskan atau mau masuk pensiun kesannya sudah tidak mau peduli apalagi birokrasi kita bermasalah dengan mentalitas kerja,” kata Alfian.

Oleh sebab itu, Plt Gubernur perlu menargetkan waktu kerja terhadap penyerapan anggaran kepada SKPA, karena tahun 2018 tinggal dua bulan lagi sehingga ada target capaian penyerapan dan realisasi program. “Kalau penyerapan anggaran rendah dan banyak program tidak terealisasi dalam tahun ini maka kerugian bukan hanya dialami oleh rakyat Aceh tapi penggunaan untuk belanja aparatur Pemerintah Aceh yang cukup besar juga patut diperhitungkan,” demikian Alfian. (dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help