Dishub Anggarkan Pembelian Feri

Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh sudah mengusulkan anggaran pembelian kapal feri rute Banda Aceh-Sabang

Dishub Anggarkan Pembelian Feri
JUNAIDI, Kadis Perhubungan Aceh

BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh sudah mengusulkan anggaran pembelian kapal feri rute Banda Aceh-Sabang, supaya disahkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019. Anggaran itu sudah dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang sudah diserahkan eksekutif kepada legislatif.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi MT kepada Serambi, Sabtu (13/10) mengatakan, pengadaan satu unit kapal feri itu akan membutuhkan anggaran dengan kisaran sekitar Rp 40-60 miliar. Nominal itu akan menjadi angka pasti setelah dibahas di DPRA nanti.

Dikatakan, pengadaan feri itu akan dilaksanakan secara multi-years selama dua tahun. Namun, untuk anggaran 2019 nanti, Dishub mengusulkan sebanyak 40 persen dari keseluruhan kebutuhan anggaran, yaitu antara Rp 14-24 miliar. Sisanya akan diusulkan pada tahun selanjutnya.

Tahun ini, kata Junadi, Dishub Aceh sedang mengerjakan Detail Engineering Design (DED), yaitu mencakup survei, hingga desain kapal yang dibutuhkan sesuai dengan perairan Aceh.

“Tahun ini sedang kita kerjakan desainnya, supaya nanti kapal feri yang kita beli akan sesuai dengan perairan Sabang. Sehingga jika pun gelombang tinggi, tidak menganggu aktivitas kapal,” ujar Junaidi.

Untuk ukurannya, kapal yang akan dibeli Pemerintah Aceh ini memiliki kapasitas dan spesifikasi lebih tinggi dari KMP BRR, yang saat melayani Sabang-Banda Aceh. Karena, tambah Junaidi, selama ini kapal sering terganggu ketika cuaca buruk, sehingga mereka mendesain kapal yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca buruk.

Namun, pihak Dishub Aceh belum mengetahu lokasi pembuatan kapal itu nanntinya. Karena proses itu akan dilewati melalui tender jika anggarannya sudah disahkan, ada beberapa galangan yang dinilainya layak, seperti di Batam dan Surabaya. Pengerjaan kapal feri itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,7 tahun.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi MT mengatakan, pembelian kapal itu dalam rangka mendukung perkembangan pariwisata Sabang. Karena kapal feri merupakan infrastruktur pendukung paling utama untuk kemajuan Sabang.

Selain itu, kapal feri juga akan berdampak ke perekonomian Sabang. Karena dengan kapasitasnya yang lebih besar, tentu akan mampu membawa barang yang lebih besar.

Kata Junaidi, dengan kapal yang ada saat ini sering mengalami kendala jika sedang cuaca buruk hingga pembatalan keberangkatan. Maka jika pengadaan kapal itu berjalan tepat waktu, maka pada 2020 nanti, kapal baru itu sudah bisa dioperasikan di rute Banda Aceh-Sabang.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help