Diusul Jadi Tenaga Honorer

Komisi V DPRA akan menampung aspirasi delapan atlet peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON)

Diusul Jadi Tenaga Honorer
MOHD AL FATAH, Ketua Komisi V DPRA

* Atlet Peraih Emas PON

BANDA ACEH - Komisi V DPRA akan menampung aspirasi delapan atlet peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON), untuk diusulkan menjadi tenaga honorer di jajaran Pemerintah Aceh.

“ Kenapa kita harus menampung mereka, di samping sudah mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional, mereka juga sebagai aset Aceh untuk meraih medali emas di PON 2020 di Papua dan PON 2024 nanti,” kata Ketua Komisi V, Mohd Al Fatah kepada Serambi, Jumat (12/10).

Al Fatah mengakui, pihaknya mau menampung aspirasi delapan atlet berprestasi yang diajukan KONI Aceh untuk bisa dipekerjakan sebagai tenaga honor, karena mereka sudah masuk sebagai atlet binaan KONI Aceh. Bahkan, mereka dipersiapan ke PON 2020 di Papua, dan PON 2024 di Aceh.

Usia atlet tersebut, sebut Al Fatah, masih terhitung potensial. Bahkan untuk 10 tahun ke depan, prestasi mereka masih bisa diandalkan untuk meraih emas. Selain itu, mereka nantinya diproyeksikan menjadi pelatih profesional di masing-masing cabang olahraga yang ditekuninya.

Dalam rapat pembahasan anggaran PPAS 2019 dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, kata Ketua Komisi V DPRA, pihaknya sudah mengusulkan kepada Kadispora untuk mengalokasikan dana sebesar Rp 525 juta untuk pembayaran honor atlet itu. Di mana mereka bisa diperkerjakan sebagai tenaga honorer di UPTD Perkemahan Bumi Seulawah, atau di tempat lain.

Supaya atlet peraih emas ini tidak lari ke luar Aceh, tegasnya, perlu ada pengikatan pekerjaan. Mereka bisa dipekerjakan sebagai tenaga honorer pada UPTD Dispora. “Kita harus gerak cepat. Mereka jangan sampai lari atau dikontrak provinsi lain. Karena, PON di Papua hanya tinggal dua tahun lagi,” tegas Ketua Umum Pengprov Kodrat Aceh itu.

Masa dua tahun itu, kata Mohd Al Fatah, kalau ingin melatih seorang atlet yang bisa diandalkan meraih medali emas pada PON 2020 dan 2024, waktunya sangat singkat. Sementara kedelapan orang ini atlet sudah siap merebut medali emas.

Ketua Komisi V mengatakan, sudah saatnya Pemerintah Aceh memberikan perhatian khusus kepada putra-putri yang sudah berprestasi, supaya dijadikan sebagai tenaga honorer. Dana honornya dibayar sesuai UMR Provinsi Aceh. “Mereka ini juga punya keluarga dan kebutahan bulanan untuk melanjutkan kehidupannya,” ungkapnya.

Menurut informasi dari KONI Aceh, kedelapan atlet ini sudah diincar oleh provinsi. Mereka akan dikontrak oleh daerah lain guna diturunkan dalam PON 2020 di Papua. Untuk itu, KONI dan Komisi V sepakat menampung aspirasi mereka untuk diperkerjakan sebagai tenaga honorer.

“Kalau mereka dikontrak provinsi lain, untuk mendidik atlet baru agar bisa meraih medali emas pada PON 2020 dan 2024 mendatang, sangat sulit dan butuh waktu lama. Apalagi, butuh dana besar. Sementara mereka tinggal dibina secara intensif, sehingga bisa menghasilkan medali emas,” pungkasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved