DRPK Aceh Tengah Didemo

Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM) menggelar demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (

DRPK Aceh Tengah Didemo
PULUHAN mahasiswa serta masyarakat melakukan orasi di depan gedung DPRK Aceh Tengah, Jumat (12/10). Orasi tersebut, merupakan bagian aksi unjuk rasa menolak hasil rekruitmen Komisioner KIP priode 2019-2014. 

* Tuntut Pengesahan Komisioner KIP Dibatalkan

TAKENGON - Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM) menggelar demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Jumat (12/10). Hal itu terkait permasalahan rekruitmen anggota Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) yang akan segera ditetapkan.

Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) anggota KIP Aceh Tengah telah menetapkan lima orang untuk menjadi anggota Komisioner KIP periode lima tahun mendatang. Namun, diprotes oleh sejumlah kalangan, karena dianggap menyalahi aturan yang berlaku.

Meski mendapat protes, Bamus DPRK Aceh Tengah tetap menggelar rapat untuk menentukan jadwal sidang paripurna pengesahan lima anggota komisioner KIP terpilih. Di sela-sela rapat yang berlangsung di ruang Ketua DPRK, puluhan demonstran menggelar orasi di luar gedung DPRK.

Para Demonstran meminta agar membatalkan rencana Bamus DPRK menggelar rapat penjadwalan sidang paripurna pengesahan anggota komisioner KIP terpilih. “Kami minta agar hasil fit and proper test KIP Aceh Tengah dibatalkan dan jangan membuat skandal politik di DPRK ini,” teriak pendemo Iwan Bahagia dalam orasinya.

Pengunjuk rasa juga menyoroti seorang anggota Komisi A DPRK yang sebelumnya telah mengundurkan diri dari dewan karena pindah partai, namun ikut menseleksi Komisioner KIP Aceh Tengah. “Dia sudah mengundurkan diri, tetapi masih bisa menjadi penguji. Bukan anggota dewan lagi, tapi masih menjadi penguji,” ucap Iwan Bahagia.

Menurut Iwan Bahagia, selain pihak dewan, ada anggota masyarakat akan melaporkan Komisioner KIP yang menjabat saat ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), terkait dengan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota legislatif.

Dalam unjuk rasa tersebut, demonstran meminta agar anggota dewan maupun pimpinan DPRK Aceh Tengah, bisa menemui masa. Namun, sejumlah anggota dewan tetap melanjutkan rapat di ruang Ketua DPRK. “DPRK Aceh Tengah jangan tuli, karena tidak menghiraukan Mendagri dan undang-undang,” sebut demonstran lainnya.

Aksi unjuk rasa tersebut, dilakukan puluhan orang terdiri dari unsur, masyarakat, advokat, organisasi kemahasiswaan, ykani PEMA Universitas Gajah Putih, DEMA STAIN Gajah Putih, BEM STIKIPMAT Aceh Tengah, serta HMI Cabang Takengon. Ketika melakukan aksi, para demonstran dikawal ketat oleh petugas kepolisian serta personel Satpol PP.

Adapun tuntutan yang disampaikan, yakni membatalkan rencana Bamus menetapkan jadwal sidang paripurna pengesahan komisioner KIP terpilih, membatalkan hasil fit and proper tes calon anggota Komisioner KIP. Tuntutan ini, disampaikan karena cacat hukum dan melanggar aturan.

Sementara itu, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat serta puluhan mahasiswa itu, sempat terhenti,lantaran memasuki waktu shalan Jumat. Usai shalat, para demonstran kembali mendatangi gedung dewan serta beraudensi dengan Ketua DPRK, serta sejumlah anggota Komisi A, sebelum membubarkan diri dengan tertib.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help