Lembaga Keuangan di Aceh Harus Bersyariah

Lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh diusulkan harus menggunakan sistem syariah

Lembaga Keuangan di Aceh Harus Bersyariah
PENGURUS Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Periode 2018-2021 yang diketuai Aminullah Usman, saat dilantik oleh Ketua III MES Pusat, Syakir Sula di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (13/10).

BANDA ACEH - Lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh diusulkan harus menggunakan sistem syariah. Hal itu sebagai upaya membangkitkan ekonomi syariah dalam segala sektor perekonomian. Usulan itu disampaikan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, Aminullah Usman saat pelantikan pengurus MES periode 2018-2021 di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Sabtu (13/10).

Aminullah berharap ke depan semua lembaga keuangan, terutama yang baru dibentuk di Aceh harus menganut sistem syariah. Disebutkan, lembaga yang berwenang dalam merekomendasikan sistem syariah kepada lembaga keuangan adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan MES Aceh hanya bisa memberi saran kepada OJK.

“Kepada OJK nanti kita rekomendasi supaya jika ada lembaga keuangan yang dibuka di Aceh, maka harus lembaga keuangan yang bersyariah. Tentu kondisi itu sesuai dengan Aceh yang melaksanakan syariat Islam,” ujar Aminullah yang juga Wali Kota Banda Aceh.

Ia menjelaskan, Aceh yang sudah melaksanakan syariat Islam selama 16 tahun merasa memiliki kekurangan dalam bidang muamalah (ekonomi). Karena dalam praktik ekonomi selama ini, belum sepenuhnya menggunakan sistem syariah.

Untuk itu, kata Aminullah, dalam kepengurusan MES periode ini ia melibatkan sejumlah pakar ekonomi syariah. Dia optimis dengan pengurus yang memiliki wawasan yang luas, maka MES dapat membawa perubahan ke depan. “Ke depan dengan para pakar syariah ini kami ingin memasyarakatkan ekonomi syariah, dan mensyariahkan ekonomi masyarakat Aceh,” ujarnya.

Selain itu, MES juga mengupayakan supaya semua hotel, restoran, hingga rumah sakit yang ada di Aceh menganut sistem syariah. Karena hal itu juga membantu Aceh dalam menguatkan pariwisata halalnya.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, Aminullah Usman menambahkan, salah satu fokus kinerja MES Aceh dalam waktu dekat yaitu membentuk kepengurusan MES daerah, atau MES tingkat kabupaten/kota. Rencananya, pada November nanti ia akan melantik pengurus MES Pidie dan MES Pidie Jaya. Kemudian dilanjutkan ke sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh.

“Kami menargetkan pada pertengahan 2019 nanti, MES sudah memiliki pengurus di semua kabupaten/kota di Aceh,” ujar Aminullah. Menurutnya, dengan adanya MES daerah maka misi lembaga tersebut dalam mensosialisasikan ekonomi syariah akan semakin mudah.

Adapun beberapa pengurus MES Aceh yang dilantik yaitu Ketua I, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, Ketua II, Prof Dr Nazaruddin A Wahid MA, Ketua III, T Hanansyah SE Ak, Sekretaris Umum Sugito SE, Sekretaris I Drs Tgk Syaiful Mar, Sekretaris II Afrizal W Zaini, Bendahara Umum H Haizir Sulaiman SH MHum, Bendahara I Kasmawati SST MSi, dan Bendahara II Siti Ramazan SE.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved