LP2iM Agara Sorot Kasus Pengadaan Tanah dan SPAM IKK

Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LP2iM) Aceh Tenggara (Agara) mulai menyorot kasus

LP2iM Agara Sorot Kasus Pengadaan Tanah dan SPAM IKK
ist
Ketua Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LSM-LP2iM) Aceh Tenggara, M Sopian Desky (kiri), melaporkan dugaan korupsi 

KUTACANE - Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LP2iM) Aceh Tenggara (Agara) mulai menyorot kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Setdakab dan proyek sistem penyediaan air minum-Ibukota kecamatan (SPAM-IKK).

Ketua LP2iM Agara, M Sopian Desky, Jumat (12/10) mengatakan, kasus dugaan korupsi proyek SPAM IKK Agara 2016 mencapai Rp 20 miliar dan pengadaan tanah Setdakab 2014/2015 sebesar Rp 36 miliar. Dia menyatakan kasus itu sudah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, namun, telah dilimpahkan penanganannya ke Dirreskrimsus Polda Aceh.

Dikatakan, kedua kasus itu telah dilimpahkan ke Polda Aceh Up Dirreskrimsus dengan SP2HP/102/III/2018/Tipikor dan SP2HP/101/III/2018/Tipikor Bareskrim Polri. Hal itu berdasarkan laporan LP2iM Aceh Tenggara pada 14 Maret 2018. Dia menyatakan akan terus mengawal kasus itu, karena harus dituntaskan dan tidak dipetieskan.

Dikatakan, kasus tersebut telah lama dilaporkan ke penyidik Polri. Dia berharap penyidik dapat memberikan Informasi setiap perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi, agar publik mengetahui kemajuan kasus tersebut.

Menurut dia, komitmen Presiden RI, Jokowi untuk memberantas korupsi telah dibuktikan dengan memberikan reward ratusan juta bagi yang melaporkan dugaan korupsi. Dikatakan, dengan adanya hal tersebut, maka pihaknya akan lebih fokus lagi untuk melaporkan kasus-kasus dugaan korupsi dan penyidik harus memperioritaskan setiap kasus korupsi, demi menyelamatkan uang rakyat.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help