Sasar Rekanan, Polisi Periksa Tiga Terdakwa

Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lhokseumawe dilaporkan sudah selesai

Sasar Rekanan, Polisi Periksa Tiga Terdakwa
SEMBILAN penerima sapi bantuan dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe disumpah saat saksi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Rabu (12/9). 

* Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Ternak

LHOKSEUMAWE – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lhokseumawe dilaporkan sudah selesai memeriksa tiga terdakwa yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilam Tipikor Banda Aceh, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan ternak di Kota Lhokseumawe. Langkah ini dilakukan penyidik untuk mengungkap sejauhmana keterlibatan para rekanan dan kasus yang merugikan negara hingga Rp 8 miliar lebih tersebut.

Untuk diketahui, Pemko Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) setempat memplot dana Rp 14,5 miliar dalam APBK tahun 2014 untuk pengadaan ternak, berupa lembu. Lembu tersebut kemudian dibagikan kepada puluhan kelompok masyarakat di Kota Lhokseumawe. Namun, pada akhir tahun 2015, pihak kepolisian menemukan adanya indikasi korupsi dan mulai melakukan penyelidikan, sehingga ditemukan data adanya dugaan kalau pengadaan sejumlah lembu adalah fiktif.

Pada pertengahan Juni 2017 lalu, penyidik pun meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan, serta menetapkan tiga tersangka, yakni DH (47) selaku Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IM (43) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan MR selaku Kepala DKPP Lhokseumawe. Untuk ketiga tersangka dari unsur pemerintah tersebut, sekarang ini masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Sedangkan kerugian negara pada kasus ini, sesuai hasil audit BPKP mencapai Rp 8,168 miliar. Namun begitu, meskipun sudah menetapkan tiga tersangka, pengusutan kasus ini belum berakhir karena pada Juli 2018 lalu, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) dengan sasaran rekanan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, sejauh ini memang belum ada rekanan yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun begitu, tegasnya, proses penyidikan dengan target rekanan, terus berlanjut. Bahkan, ucap dia, pihaknya sudah selesai memeriksa 17 orang saksi, baik dari kelompok penerima bantuan, ataupun pihak terkait lainnya, dan terakhir ketiga terdakwa. “Untuk ketiga terdakwa telah kita mintai keterangan beberapa hari lalu, di LP Lambaro. Penyidik kita yang langsung datang ke LP,” ujar Iptu Riski.

Ditambahkan dia, dengan selesainya pemeriksaan ketiga terdakwa sebagai saksi, maka langkah selanjutnya adalah memintai keterangan saksi ahli pidana dari Universitas Sumatera Utara (USU). “Sesuai jadwal, saksi ahli pidana ini akan kita mintai keterangan pada Selasa ini. Kita periksa ahli pidana untuk mengetahui keterkaitan rekanan yang posisi dalam kasus ini hanya meminjamkan perusahaannya saja ke pihak lain. Walaupun, pada dasarnya saat pencairan uang tetap masuk dalam rekening rekanan tersebut,” demikian Iptu Riski.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved