Rupiah Masih belum Bertenaga di Hadapan Dollar Amerika Serikat

“Dollar cenderung menguat dalam jangka pendek karena ada concern pasar global soal Brexit sehingga membuat euro masih tertekan,”

Rupiah Masih belum Bertenaga di Hadapan Dollar Amerika Serikat
Kontan
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Nilai tukar rupiah hari ini masih melemah di hadapan dollar Ameri Serikat (AS). 

Mata uang Garuda di pasar spot berada di level Rp 15.220 per dollar AS atau terkoreksi 0,15%.

Sedangkan pada perdagangan tadi pagi, Bank Indonesia mencatat rupiah melemah 0,34% menjadi Rp 15.246 per dollar AS.

Surplus data perdagangan kali ini dipicu dari sektor nonmigas sebesar US$ 1,3 miliar.

Baca: Jelang Berakhir Pendaftaran CPNS 2018, Ini Rincian Jumlah Pelamar di Setiap Formasi

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah cenderung agak statis dan melemah di awal perdagangan.

Karena terkena dampak penguatan dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia, salah satunya euro.

“Dollar cenderung menguat dalam jangka pendek karena ada concern pasar global soal Brexit sehingga membuat euro masih tertekan,” jelasnya.

Bukan hanya itu, menurutnya isu trade war yang sempat mereda akan kembali menjadi pemicu mengingat Presiden AS Donald Trump masih berkeinginan untuk menerapkan tarif impor China kembali sebesar US$ 267 miliar.

Baca: Cadangan Devisa Tergerus 3,1 Miliar Dollar AS Untuk Bayar Utang dan Obat Kuat Rupiah 

“Tapi, data neraca perdagangan BPS sebenarnya lumayan menopang rupiah di tengah pelemahannya sejak pagi tadi. Setidaknya walau ditutup tetap melemah, rupiah masih bisa membatasi pelemahannya,” lanjut Josua.

Setali tiga uang, dari dalam negeri berbagai data ekonomi Indonesia yang cukup bagus dinilai Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka sebagai kekuatan baru bagi rupiah.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved