Opini

Merawat Keberagaman

INDONESIA memiliki masyarakat yang beragam. Keberagaman tersebut ditandai dengan ragam suku bangsa

Merawat Keberagaman
Suasana pelantikan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6/2017).(Fabian Januarius Kuwado) 

Oleh Mustaqim Abubakar

INDONESIA memiliki masyarakat yang beragam. Keberagaman tersebut ditandai dengan ragam suku bangsa, agama, dan kebudayaan. Keragaman tersebut bersatu dalam sistem nasional berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Polemik keberagaman Indonesia akhir-akhir ini mulai meresahkan. Kekayaan akan budaya dan ragam suku bangsa seakan semakin menjauh dari tuntunan nilai Pancasila dan UUD 1945. Nilai filosofi keberagaman seakan berjalan tanpa pondasi yang kuat dan tanpa arahan yang jelas. Pentas keragaman tidak dibekali aturan main dan dibebaskan berimprovisasi tanpa arahan yang jelas.

Sayangnya, sampai saat ini pemerintah dan masyarakat masih ambigu merawat keberagaman. Di satu sisi gencar meneriakkan Pancasila dan NKRI harga mati, namun di sisi lain masih memberi ruang kepada kelompok tertentu mempertontonkan prilaku anti-Pancasila dan anti-UUD 1945. Untuk itu, Bagaimanakah kerangka eksekusi merawat keberagaman bangsa Indonesia? Pertanyaan dasar ini perlu kita temukan jawaban bersama.

Penguatan ideologi
Keberagaman merupakan kekayaan yang dimiliki Indonesia, dan tidak kita temukan di negara lain dibelahan dunia manapun. Antropolog Clifford Geertz (1926-2006) dalam karyanya menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 300 suku bangsa di Indonesia di mana setiap suku itu memiliki bahasa, identitas kultural yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.

Namun, berapakah sebenarnya jumlah suku bangsa di Indonesia, masih sukar ditentukan secara pasti. Yang jelas keberagaman kita mulai merisaukan dengan munculnya kesadaran sosial yang antitoleran. Jika hal tersebut dibiarkan tumbuh dan menyebar, maka persatuan dan kesatuan sebuah bangsa yang plural mulai dipertanyakan. Oleh karena itu, satu upaya mengelola keberagaman bangsa adalah menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan keberagaman dan penguataan ideologi.

Tanpa penguatan ideologi, kemungkinan proses menjaga keberagaman akan gagal. Kasus konflik sosial berlatar belakang perbedaan masih kerap terjadi dimasyarakat Indonesia. Pola tersebut akan terus terjadi ketika pemerintah absen di dalam menyelesaikan kekisruhan yang muncul di tengah masyarakat. Ke depan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia akan begitu banyak. Potensi memecah-belah keberagaman, tentu masih selalu terbuka.

Oleh karena itu, generasi muda perlu diberi tempat yang memadai untuk ikut menjaga keutuhan bangsa dengan saling menghargai keberagaman. Mengapa generasi muda? Karena generasi muda pemilik jaman. Selain memiliki gagasan pembaruan, generasi muda juga berpotensi menawarkan metode baru dalam menjaga keberagaman bangsa. Untuk itu, generasi muda harus terlibat aktif merawat keberagaman dengan cara mengelola potensi keberagaman, menjungjung tinggi kesatuan dan persatuan. Mengajarkan generasi muda secara bijak dan arif melihat persoalan keberagaman serta penuh kreativitas, toleran dan cinta keberagaman.

Sebagai contoh, generasi muda dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi untuk menahan diri menyebarkan berita hoax yang berbau SARA. Di samping itu, juga diperlukan penyegaran dan penguatan kembali pemahaman wawasaan kebangsaan. Bagaimanapun keberagaman bangsa telah menghasilkan sejumlah pencapaian yang penting, antara lain kebebasan memeluk agama, termasuk di dalamnya kebebasan pendapat, berserikat, dan berbudaya. Dengan modal kebebasan itu, kita memiliki peluang bersama-sama membuang kerikil bahkan batu sekalipun dari jalan perubahan yang kita sepakati bersama.

Integrasi sosial
Fakta sosiologis bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dan tidak mungkin diseragamkan apalagi dengan menggunakan instrumen konstitusi negara. Merawat Indonesia yang plural, toleran, dan damai hanya bisa dilakukan jika elemen bangsa mampu menumbuhkan kesadaran orisinal untuk mengakui keberagaman, menegaskan jaminan hak, kesempatan dan akses yang setara.

Kesadaran orisinal semacam itu yang sekarang telah terkikis dalam kehidupan berbangsa. Bukan saja di kalangan masyarakat umum, tapi juga di kalangan para penyelenggara negara itu sendiri. Oleh karena itu, satu cara merawat keberagaman dengan menciptakan Integrasi sosial berbasis kebudayaan.

Secara sosiologis beberapa faktor mempermudah terjadinya integrasi sosial dalam masyarakat, yaitu: Pertama, menguatkan sikap toleransi di antara kelompok yang berada dalam masyarakat. Tranformasi nilai tolerasi merupakan syarat mutlak melakukan integrasi sosial kebudayaan. Kedua, memberi kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi, sosial, politik dan memilih agama serta kepercayaan masing masing tampa intervensi dan diskriminasi.

Ketiga, menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap kebudayaan yang didukung oleh masyarakat lain dengan mengakui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keempat, saling menunjukan sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat, yang antara lain diwujudkan dalam pemberian kesempatan yang sama bagi golongan minoritas dalam berbagai bidang kehidupan sosial.

Kelima, melakukan sosialisasi pengetahuan dan kebudayaan masing-masing kelompok melalui berbagai penelitian kebudayaan khusus (subcultures). Keenam, integasi sosial dapat dilakukan melalui perkawinan campuran antarberbagai kelompok yang berbeda kebudayaan. Dan, ketujuh, bersatu mencegah adanya ancaman musuh bersama dari luar kelompok dan bersama-sama menghadapi musuh dari luar yang membahayakan masyarakat.

Sebagai penutup, kita berkewajiban merawat keberagaman, seperti halnya berkewajiban membela bangsa mengusir penjajah. Warisan keberagaman mesti dirawat sampai kapan pun dan dengan cara apa pun. Merdeka!

* Mustaqim Abubakar, mahasiswa Magister Sosiologi Pedesaan IPB Bogor, Wasekjed DPP Partai SIRA. Email: mustaqim_23@apps.ipb.ac.id

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved