Bumbu Masak Aceh Mulai Dikenal Hingga ke Luar Negeri

Bumbu masak aceh ‘Meurasa’ yang diproduksi di Jalan Rama Setia, Desa Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh

Bumbu Masak Aceh Mulai Dikenal Hingga ke Luar Negeri
TUJUH macam bumbu kering masak Aceh yang diproduksi di Jalan Rama Setia, Desa Deah Glumpang,Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, yang sudah mulai dikenal hingga ke luar negeri. Foto direkam Sabtu (13/10). 

BANDA ACEH - Bumbu masak aceh ‘Meurasa’ yang diproduksi di Jalan Rama Setia, Desa Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh kini mulai dikenal hingga ke luar negeri. Usaha yang sudah dimulai sejak 2016 ini dikelola oleh sepasang suami istri, Edi Sandra dan Darfina yang juga owner bumbu masak Meurasa.

Edi Sandra kepada Serambi, Sabtu (13/10), mengatakan bumbu masak aceh tersebut sudah dikirim ke Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Korea, Hongkong, Arab Saudi, Turki, Perancis, Amerika, Australia, dan Inggris. “Ada yang dibawa sendiri dan ada juga yang kita kirim. Ada juga pembeli minta tolong sama keluarganya untuk kirim ke sana sekaligus dengan barang lainnya,” kata Edi Sandra.

Menurutnya, pembeli bumbu masak aceh tersebut kebanyakan orang Aceh yang merantau ke luar negeri, atau orang luar yang sudah pernah tinggal di Aceh. Selain ke luar negeri, bumbu masak aceh ini juga dikirim ke sejumlah provinsi di Indonesia, antaranya ke Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Riau, Padang, Medan, dan Lampung. “60 persen produksi kita itu penjualannya ke luar Aceh,” kata Edi Sandra.

Sementara di Aceh, pihaknya paling banyak menerima pesanan dari Banda Aceh, Lhokseumawe, Bireuen, dan Langsa. Ada yang diorder langsung oleh pembeli melalui instagram @meurasa atau facebook @meurasaa ataupun melalui reseller. “Beberapa swalayan di Banda Aceh juga sudah ada yang menjual bumbu masak aceh Meurasa ini dengan harga Rp 6.500- Rp 7.000 per sachet. Sedangkan per kotak dengan jumlah 10 sachet dijual Rp 65.000,” sebutnya.

Darfina menambahkan ada tujuh macam bumbu masak aceh yang sudah diproduksi yakni mi aceh, masak merah, kari aceh, masak puteh, gulai aceh, ayam tangkap, dan nasi goreng aceh. Ia mengatakan bumbu-bumbu masak tersebut awalnya digiling basah kemudian dimasak selama 4-5 jam dengan suhu 80-90 derajat celsius kemudian digiling halus dan dimasukkan ke dalam kemasan. “Yang kita produksi ini merupakan bumbu kering dan sudah mendapatkan label halal dari MPU,” ujarnya.

Dikatakan, satu sachet mi aceh bisa untuk memasak setengah kilogram mi kuning atau tiga bungkus mi instan. Apabila ingin lebih kental maka takaran mi-nya dikurangi dari takaran standar tersebut. Sementara bumbu masak lainnya per sachet bisa untuk memasak setengah hingga satu ekor ayam.

“Cita-cita kita ingin memperkenalkan bumbu masak aceh ini ke nusantara. Ide membuat bumbu masak aceh berawal kawan-kawan dari luar daerah sering menanyakan resep masakan aceh. Lalu kenapa enggak kita coba buat, dan Alhamdulillah responnya positif. Awalnya cuma tiga bumbu masak aceh yang kami buat, masak putih, kari, dan masak merah. Kemudian berkembang berdasarkan permintaan pelanggan untuk dibuatkan resep lainnya,” tutur Dafina.

Dengan usaha tersebut, pihaknya dapat mempekerjakan sebanyak empat orang yang juga dibantu oleh beberapa orang lainnya, seperti ibu rumah tangga, mahasiswa mulai memasak hingga dipacking. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved