Dua Jembatan Ambruk, Ribuan Warga Terisolasi

Curah hujan yang tinggi dalam tiga hari terakhir memicu derasnya air sungai di Aceh Tengah dan Sigli, Pidie

Dua Jembatan Ambruk, Ribuan Warga Terisolasi
Personel TNI dari Kodim 0107/Aceh Selatan membantu warga yang terkena banjir, Selasa (16/10). SERAMBI | TAUFIK ZASS 

TAKENGON - Curah hujan yang tinggi dalam tiga hari terakhir memicu derasnya air sungai di Aceh Tengah dan Sigli, Pidie. Air sungai yang deras itu kemudian menggerus abutment (pangkal jembatan) sehingga dua jembatan ambruk, masing-masing di Kampung Paya Kolak, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah dan di Kecamatan Mane, Pidie.

Jembatan di Aceh Tengah itu ambruk Senin (15/10) sekira pukul 22.00 WIB setelah digerus air deras. Akibatnya, akses menuju Nagan Raya dari Takengon terganggu karena kondisi jembatan yang sulit dilalui kendaraan.

Dalam keadaan normal, jembatan yang berada di Kampung Paya Kolak, Kecamatan Celala, Aceh Tengah itu menjadi akses utama Takengon-Nagan Raya.

Camat Celala, Salman Nuri, kepada Serambi, Selasa (16/10) mengatakan, jembatan yang amblas itu panjangnya hanya sekitar enam meter, tapi menjadi akses utama yang menghubungkan Takengon dengan Nagan Raya. “Abutment jembatan itu digerus air sungai yang deras sehingga badan jembatan turun,” kata Salman Nuri.

Saat awal kejadian, lanjut Salman, amblasnya jembatan itu tidak terlalu parah, hanya beberapa centimeter masuk ke bumi. Tetapi, warga yang bergotong royong menutupi jembatan itu dengan material agar kendaraan bisa lewat. “Justru material yang ditimbunkan ke jembatan itu menambah beban. Ditambah bobot kendaraan yang tetap melintas sehingga amblasnya jembatan itu semakin dalam,” ujar Salman Nuri.

Menurut Camat Celala ini, amblasnya jembatan tersebut sudah hampir dua meter sehingga semakin sulit dilintasi kendaraan. Tapi, karena adanya upaya dari masyarakat yang membantu perbaikan secara darurat sehingga jembatan masih bisa dilintasi kendaraan. “Itu pun hanya kendaraan roda empat yang bisa lewat. Kalau beban kendaraan terlalu berat, kita khawatir jembatan tambah amblas. Jangan sampai putus total,” tukasnya.

Salman Nuri menambahkan bahwa pihaknya sudah melaporkan ke BPBD kondisi jembatan tersebut setelah diterjang air deras. “Harapan kita bisa segera ditangani sehingga akses utama menuju Nagan Raya bisa tetap berjalan lancar,” harap Salman Nuri.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Thamrin Elasri yang dihubungi Serambi menyebutkan, ruas jalan Takengon-Nagan Raya merupakan jalan nasional sehingga ditangani oleh pihak PPK 7. “Begitu kami mendapat laporan adanya kerusakan jembatan, langsung kami sampaikan ke pihak PPK 7 karena statusnya ruas jalan nasional,” demikian Thamrin Elasri.

Sementara itu, banjir luapan dari Sungai (Krueng) Geumpang, Selasa (16/10) telah memorak-porandakan sejumlah bangunan masyarakat di Kecamatan Geumpang. Tak hanya itu, permukiman warga Gampong Lhok Meuleweuk juga turut digenangi air setinggi satu meter. “Warga sangat khawatir sebab hingga kini air belum kunjung surut,” ujarnya kemarin sore.

Sementara itu, kondisi ruas jalan pada jembatan penghubung Mane-Lutong Blang, Kecamatan Mane, Pidie, Selasa (16/10) dini hari juga tak luput dari gerusan banjir luapan air Krueng Leupu Geumpang.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved