Kisah Perempuan Yadizi, Takut Pulang karena Malu Pernah Jadi Tahanan dan Budak Seks ISIS

kegetiran hidup sebagai orang Yazidi begitu terasa ketika seorang wanita Yazidi bernama Mayasa Abbas mengatakan pengalaman kehidupannya.

Kisah Perempuan Yadizi, Takut Pulang karena Malu Pernah Jadi Tahanan dan Budak Seks ISIS
Unbelieve Fact
Foto Ilustrasi Budak Seks ISIS 

SERAMBINEWS.COM - Di tengah wilayah yang dilanda konflik di Timur Tengah tersebutlah kelompok etinitas minoritas yang menamai diri Yazidi.

Awalnya banyak yang tak tahu siapa mereka, hingga muncullah militan ISISyang menjadikan mereka sebagai objek penculikan yang kemudian dijadikan budak seks.

Banyak kisah orang Yazidi yang melewati getirnya kedidupan karena berjuang dengan kehidupan yang selalu terancam kelompok ISIS.

Melansir dari Saudi Gazette, kegetiran hidup sebagai orang Yazidi begitu terasa ketika seorang wanita Yazidi bernama Mayasa Abbas mengatakan pengalaman kehidupannya.

Kepada Al Arabiya ia bilang, meskipun dibebaskan dari tahanan ISIS, pengalaman mengerikan masih terus hidup dalam pikirannya.

"Saya senang bahwa saya meninggalkan ISIS, tetapi saat-saat kejam tidak pernah meninggalkan pikiran saya, dan kebahagiaan saya tidak akan pernah lengkap (lagi)," katanya.

"Ketika saya mengingat jam-jam pertama ketika para militan memasuki desa kami, saya merasa takut, dan perasaan itu tidak pernah meninggalkan saya sampai akhirnya saya dapat melarikan diri dari mereka," tambah Abbas. 

"Banyak wanita Yazidi bunuh diri karena diperlakukan dengan sangat buruk, dan kami semua tinggal di daerah yang berbeda di Suriah," katanya menambahkan.

Baca: Melihat Bayi Membangunkan Ibunya yang Koma Selama 23 Hari, Tim Medis Tak Kuasa Menahan Air Mata

Baca: Perempuan Bersuami Bakar Alat Vital Bocah 13 Tahun, Gegara Tolak Ajakan Berhubungan Intim

S

Puluhan militan ISIS menyerah kepada militer Irak (Tribunist)
 

Setelah diculik mereka dipaksa melakukan banyak hal yang tidak mereka sukai, salah satunya adalah meminum alkohol.

 
Direktorat Jenderal Urusan Yazidi di pemerintahan Kurdistan Irak mengatakan bahwa statistik terbaru menunjukkan sekitar 3.500 gadis Yazidi yang masih ditahan ISIS pada September 2018.

Halaman
12
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved