Tafakur

Mengusut Dosa

Barangsiapa telah melakukan kezaliman kepada saudaranya, baik menyangkut harga diri atau hartanya

Mengusut Dosa

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa telah melakukan kezaliman kepada saudaranya, baik menyangkut harga diri atau hartanya, maka pada hari ini hendaklah ia meminta maaf sebelum datang hari di mana tidak berguna lagi dinar dan dirham” (HR Bukhari).

Sepatutnya setiap insan selalu berusaha mengusut dosa-dosa sendiri yang pernah dilakukan. Soalnya, ada dosa yang mungkin telah lama dilakukan terhadap seseorang dan telah tertimbun dalam tumpukan-tumpukan beragam dosa lain. Akibatnya, terlupakan begitu saja, seolah-olah sudah tuntas seiring dengan berlalunya waktu.

Padahal sesungguhnya dosa-dosa yang pernah dilakukan tidak terampuni begitu saja. Lebih-lebih dosa terhadap seseorang hamba yang lain, yang tak akan diampuni Allah kalau kita belum meminta maaf kepada yang bersangkutan. Misalnya, pada suatu waktu kita pernah mengambil haknya, tanpa seizinnya. Walaupun sudah dilupakan, dosa kita masih tercatat dalam buku malaikat. Bila tidak mau mengusutnya, maka tunggulah masa penghitungan nanti di akhirat kelak.

Bila tak pernah mau mengusut dosa sendiri, resikonya besar. Di antaranya adalah tak menyadari dosa-dosa yang pernah dilakukan, sedangkan kematian semakin dekat. Bila mati, tertutuplah kesempatan untuk memohon maaf langsung. Resiko lainnya adalah mengulangi perbuatan berdosa. Bahkan, bila kezaliman dilakukan terhadap orang lain, akan ditimpakan dosa-dosa dari orang-orang yang teraniaya, bila bekal pahala yang dimiliki pelakunya sudah habis.

Karena itu, mengusut dosa sendiri sesegera mungkin termasuk perbuatan orang yang menyayangi diri sendiri.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved