MPU: Imunisasi MR tanpa Koordinasi

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Tgk Abdul Rani menyatakan bahwa hingga kini Dinas Kesehatan

MPU: Imunisasi MR tanpa Koordinasi
PETUGAS medis melakukan imunisasi MR (campak dan rubella) pada seorang anak di Posyandu Desa Kuta Padang, Meulaboh, Aceh Barat, Senin (15/10). 

MEULABOH - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Tgk Abdul Rani menyatakan bahwa hingga kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat belum pernah berkoordinasi dengan MPU dalam hal melanjutkan kembali imunisasi Measles dan Rubella (MR) atau dikenal campak dan rubella di kabupaten itu.

“Tidak pernah koordinasi. Sikap MPU Aceh Barat sama dengan sikap MPU Aceh terkait imunisasi MR itu,” kata Abdul Rani kepada Serambi, kemarin. Menurutnya, pihak MPU Aceh Barat memang ada menerima surat yang dilayangkan oleh Dinkes Aceh Barat terhadap permintaan rekomendasi.

Namun sejauh ini MPU Aceh Barat belum pernah memberi rekomendasi apa pun dan sikap MPU sendiri dalam hal ini sama dengan MPU Aceh. “Sikap kita sama bahwa tidak boleh dipaksakan imunisasi MR itu karena hukumnya haram karena mengandung zat babi. Kecuali darurat,” kata Abu Rani sapaan akrab Abdul Rani.

Ia mengatakan seharusnya Dinkes Aceh Barat melakukan rapat koordinasi bersama dulu dalam hal ini termasuk melibatkan berbagai kalangan di Aceh Barat. Sehingga tidak memutuskan sendiri dalam melanjutkan imunisasi MR yang dilaporkan hingga kini masih terjadi pro dan kontra. Apalagi Aceh merupakan daerah yang kental dengan Syariat Islam.

MPU dalam hal ini, kata Abu Rani, tidak bertanggung jawab dan apa yang dilakukan Dinkes terkait imunisasi MR. “MPU di Aceh sudah duduk bersama baru-baru ini menyatakan sikap bahwa imunisasi MR tidak boleh dipaksakan, kecuali darurat. Yang menyebutkan darurat ya dari medis artinya yang ahlinya seperti dokter,” katanya.

Sementara itu meski adanya prokontra terhadap imunisasi MR di Aceh Barat, tim Dinkes terus menggencarkan imunisasi kepada anak yang sudah mendapat izin dari orang tua. Jumlah anak yang menjadi sasaran imunisasi MR sekitar 1.500 orang berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

“Ada 1.500 anak yang menjadi target imunisasi MR ini,” kata Kadis Kesehatan Aceh Barat HT Ridwan MKes kemarin.

Menurutnya, Dinkes bersama Puskesmas melakukan imunisasi tersebut mengacu kepada surat Menteri Kesehatan. Pihaknya juga sudah menyurati MPU Aceh Barat, Dinas Pendidikan Aceh Barat dan Kemenag Aceh Barat.

“Dalam imunisasi ini tetap tidak ada paksaan. Bila yang mau diimunisasi dan bila tidak juga tidak dipaksakan,” katanya.

Dikatakannya, imunisasi dilakukan oleh petugas medis dengan mendatangi sekolah dan madrasah serta Posyandu dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Terhadap masa imunisasi tidak ditentukan.

“Untuk berapa yang sudah diimunisasi sejauh ini masih menunggu data dikirim dari Puskesmas ke dinas,” katanya. Ridwan kembali menyatakan bahwa imunisasi MR untuk mencegah penyakit campak dan rubella.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved