Galus Gelar Festival Kopi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues (Galus) menggelar festival kopi, bagian dari GAMIFest 2018

Galus Gelar Festival Kopi
Bupati Amru salah satu peserta kompetisi (festival) kopi di Galus saat mencicipi dua rasa kopi yang berbeda, di Balai Musara Blangkejeren, Rabu (176/10).SERAMBI/RASIDAN 

* Bupati dan Wabup Ikut Meriahkan

BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues (Galus) menggelar festival kopi, bagian dari GAMIFest 2018 di balai Musara Blangkejeren, Rabu (17/10). Bupati Muhammad Amru dan Wakil Bupati Said Sani membuka ajang adu minum kopi yang telah disiapkan di atas meja dengan dua cita rasa kopi, berasal dari Kecamatan Pantan Cuaca.

Dalam perhelatan itu yang juga dikemas dengan tarian Saman digelar oleh Dinas Pariwisata Galus diikuti puluhan peserta, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat. Bahkan, peserta juga ada dari luar Galus, seperi Aceh Tengah, Banda Aceh dan Medan, Sumatera Utara serta dari daerah lainnya.

Dalam ajang adu cepat minum kopi yang dimulai dengan bupati dan wakil bupati, ternyata Said Sani lebih cepat dibandingkan Muhammad Amru. Panitia penyelenggara menyajikan dua rasa kopi berbeda yang disajikan dalam 15 gelas, dimana tiga cangkir disajikan dalam lima deretan meja dan peserta harus mencicipi setiap cangkir untuk membedakan dua cita rasa kopi.

“Saya belum bisa menikmati dan mencicipi kopi tersebut, sehingga masih sulit membedakan rasa yang disajikan,” kata Bupati Amru seusai mengikuti adu cepat minum kopi. Dia menjelaskan moment ini harus terus ditingkatkan dan digalakkan, sehingga para petani yang telah mengembangkan tanaman kopi, juga dapat menikmati hasilnya.

Hal serupa juga diakui Wabup Said Sani yang menyatakan sulit untuk membedakan kedua rasa kopi yang dicicipi tersebut dengan waktu relatif singkat. Bahkan, katanya, pecinta minuman kopi itu belum tentu bisa menentukan kedua rasa yang berbeda yang disajikan begitu banyak di atas meja.

Sedangkan panitia mengatakan, Bupati Galus berhasil memperoleh nilai 20 dengan waktu 1,05 detik, sedangkan Wabup Said Sani memperoleh skor nilai 40 dengan waktu 1,25 detik, sehingga ada selisih 24 detik.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues (Galus), satu dari empat kabupaten wilayah tengah Aceh yang menggelar GAMi Festival 2018, akan menampilkan empat kegiatan. Ke empatnya yakni Aceh trail adventure, pacuan kuda tradisional, rafting dan tarian Saman.

Kepala Dinas Pariwisata Galus, Syafruddin SSos, Sabtu (8/9) mengatakan GAMI Festival 2018 yang berlangsung di empat kabupaten bertetangga dipusatkan di Takengon, Aceh Tengah. Festival itu akan dimulai dari 14 September hingga 24 November 2018.

“Di kabupaten Galus hanya ada empat kegiatan GAMIFest 2018 yang dipusatkan di Blangkejeren. Syafruddin mengatakan kegiatan Aceh trail adventure dari 29-30 September, pacuan kuda tradisional di Buntul Nege Blangsere Galus dari 15 sampai 21 Oktober, rafting (arung jeram) pada akhir Oktober.

Sedangkan tarian saman selama dua hari dua malam (roa lo roa ingi) dari 23-24 November 2018 yang merupakan bagian dari kegiatan penutupan GAMI Festival 2018. Selain itu, juga akan ditampilkan aktraksi wisata menarik lainnya seperti kompetisi bejamu saman dan bines serta lainnya.

“Melalui kegiatan GAMI Festival ini diharapkan bisa menjadi pintu masuk ke dataran Gayo Alas, terutama bagi wisatawan mancanegara atau wisata lokal,” sebut Kadis Pariwisata Galus.(c40)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved