Qadhi Pengadilan Tinggi Arab Saudi Bicara Politik Islam dalam Seminar Internasional di UIN Ar-Raniry

Terdapat dua narasumber dari luar negeri sebagai pemateri yaitu Prof Dr Syeikh Abdul Muhsen Bin Abdullah Al Zakari,

Qadhi Pengadilan Tinggi Arab Saudi Bicara Politik Islam dalam Seminar Internasional di UIN Ar-Raniry
ist
Pusat Penerbitan dan Penelitian UIN Ar Raniry dan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar seminar internasional tentang politik Islam, Kamis (18/10/2018) di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar Raniry, Banda Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pusat Penerbitan dan Penelitian UIN Ar Raniry dan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar seminar internasional tentang politik Islam, Kamis (18/10/2018) di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar Raniry, Banda Aceh.

Seminar itu mengangkat tema “Siyasah Syariiyah Sebagai Solusi Politik Masa Depan”.

Terdapat dua narasumber dari luar negeri sebagai pemateri yaitu Prof Dr Syeikh Abdul Muhsen Bin Abdullah Al Zakari (Guru Besar Besar Universitas Imam Muhammad Suud, sekaligus Qadhi Pengadilan Tinggi, Arab Saudi) dan Prof Dr Sharifah Hayati (Guru Besar Universiti Malaya, Malaysia).

Sementara dari UIN dihadirkan, Dr Tgk Ajidar Matsyah MA sebagai narasumber.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Emka Alidar M.Hum kepada Serambinews.com mengatakan, Siasah Syariiyah dalam politik islam sudah ada dan diberlakukan sejak zaman Rasulullah SAW.

Cuma dalam perkembangan, dunia politik di negara Islam sudah tidak lagi mengacu pada Siasah Syariiyah.

Baca: Politik Islam Penentu Jalannya Syariat

Baca: Membaca Hasrat Politik Islam Nusantara

Baca: Hijrah Merupakan Strategi Terbaik Dalam Proses Politik Islam

“Kita berharap politik di Aceh ini harus lebih santun, sesuai dengan tatanan Syariah. Sehingga menjadi pilar penegakan syariat Islam dan politik di Aceh harus menjadi contoh bagi nasional,” ujar Emka Alidar.

Ia mengatakan, dalam Islam politik harus dijalankan dengan jujur, tidak memaksaan kehendak, serta tanpad ada fitnah.

Menurutnya, dalam Islam, seharusnya politisi cukup mempromosikan diri sendiri tanpa harus memfitnah atau membuka kejelekan lawan politiknya.

Sementara Ketua Panitia sekaligus Kepala Pusat Penerbitan dan Penelitian UIN, Dr Muhammad Maulana M.Ag mengatakan, bahwa saat ini dunia politik di Indonesia dan di Aceh sejak beberapa tahun terakhir dipenuhi dengan kegaduhan dan perpecahan.

Sehingga melalui seminar itu, mereka ini memberikan politik yang sesuai Islam sebagai solusi, supaya kondisi perpolitikan kedepan lebih harmonis dan damai. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved