Latihan Pertempuran Kota Pasukan Raider 112 Telah Berakhir

"Latihan ini juga untuk menjaga dan mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, misalnya terorisme maupun ancaman bersenjata,"

Latihan Pertempuran Kota Pasukan Raider 112 Telah Berakhir
ist
Prajurit Raider 112 menggelar latihan pertempuran kota di salah satu bangunan hotel yang sedang dibangun di Kota Banda Aceh, Jumat (19/10/2018). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Batalyon Infanteri Raider 112/Dharma Jaya telah selesai melaksanakan latihan pertempuran kota (purkota), Jumat (19/10/18).

Latihan ini dilaksanakan selama lima hari mulai dari tanggal 15-19 Oktober yang melibatkan ratusan prajurit Raider 112/Dharma Jaya.

Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, latihan prajurit Raider 112 ini memang berlokasi di perkotaan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IM, Kolonel Inf Usik Samwa Parana kepada Serambinews.com menjelaskan, latihan tersebut dipusatkan di kota Banda Aceh dengan tiga lokasi atau sasaran.

"Pertama di SDN 36 Laksana Banda Aceh, Hotel kota Sabang dan Geudung Asrama Ippelmas yang berada di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh," katanya, Jumat (19/10/2018).

Baca: Rentetan Tembakan Kagetkan Warga Banda Aceh, Ternyata Ada Latihan Raider

Adapun tujuan latihan prajurit Raider ini untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit Yonif Raider 112/Dharma Jaya baik teknis maupun taktik pertempuran kota dalam operasi lawan insurjen.

"Latihan ini juga untuk menjaga dan mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, misalnya terorisme maupun ancaman bersenjata," katanya.

Sesuai prosedur

Lebih lanjut dijelaskan Kapendam IM, sebelum latihan dilaksanakan, pihak Batalyon Infanteri Raider 112/Dharma Jaya telah melaksanakan prosedur latihan.

Baca: TNI Terlibat Baku Tembak di Papua, Satu Raider Meninggal, Ini Pembicaraan Terakhir Dengan Ibunya

Prosesur dimaksud yaitu, membuat surat pemberitahuan kepada camat, keuchik, Polresta Banda Aceh. Bahkan sudah disosialisakan oleh anggota Babinsa Koramil setempat.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mengetahui jika ada latihan maupun suara tembakan secara tiba-tiba.

"Adanya beberapa masyarakat merasa kaget dengan suara tembakan di sekitar daerah latihan tersebut, hal ini mungkin dikarenakan masyarakat tersebut belum mengetahui adanya latihan itu," pungkas Kolonel Inf Usik Samwa Parana. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved