Polisi Tahan Camat Bersama Staf

Polres Aceh Barat telah meningkatkan status Camat Arongan Lambalek SJ (52) dan staf di kantor camat

Polisi Tahan Camat Bersama Staf
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Terkait Kasus Pungli Kegiatan MTQ

MEULABOH - Polres Aceh Barat telah meningkatkan status Camat Arongan Lambalek SJ (52) dan staf di kantor camat setempat H (35) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (15/10) lalu. Polisi juga telah menahan keduanya di sel Mapolres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sedangkan dua orang lainnya yang juga terjaring dalam OTT Polres Aceh Barat yakni A yang sehari-hari sebagai staf di kantor camat dan AM keuchik sebuah desa di Arongan Lambalek sudah dibebaskan dan hanya dijadikan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Selain itu polisi juga menyita uang Rp 38 juta yang merupakan kutipan untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di kecamatan setempat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK ditanyai Serambi kemarin membenarkan bahwa kasus OTT dugaan pungli sudah ditingkatkan statusnya oleh penyidik polisi bahkan menahan dua orang dari empat orang yang sebelumnya diamankan polisi.

“Benar sudah ditahan sebanyak dua orang. Coba tanya ke Pak Kasat ya,” kata Kapolres. Bobby mengakui bahwa dirinya semula berencana akan melakukan konfrensi pers dengan media di Meulaboh terkait kasus OTT pungli tersebut.

Namun rencana itu gagal karena ada kunjungan tim internal Polda Aceh ke Polres Aceh Barat. “Kebetulan ada tim Polda,” katanya. Kapolres melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral SIK ditanyai terpisah juga mengatakan SJ, yang merupakan Camat Arongan Lambalek dan H, staf di kantor camat sudah ditetapka sebagai tersangka.

“Betul, SJ yang kita periksa statusnya sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” katanya. Kasat Reskrim belum menjelaskan secara detil terhadap kasus tersebut karena masih ada kegiatan tim internal Polda Aceh di Aceh Barat. Namun ia menjelaskan dalam kasus ini polisi membidik tersangka dengan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sedangkan aktivitas di kantor Camat Arongan Lambalek Aceh Barat dilaporkan dalam beberapa hari terakhir normal pasca kasus penangkapan Camat SJ. Tampuk pimpinan sementara waktu dijabat oleh Sekcam. “Kegiatan di kantor camat stabil,” kata sumber Serambi di jajaran kantor camat kemarin.

Seperti diberitakan Polres Aceh Barat, Senin (15/10) sekira pukul 16.00 WIB mengamankan Camat Arongan Lambalek, SJ dan dua staf kecamatan, A dan H serta seorang keuchik AM. Keempat abdi negara tersebut ditangkap yang menurut polisi merupakan terjaring dalam OTT dugaan pungli yang dananya untuk pelaksanaan MTQ di kecamatan setempat.

Penangkapan itu terjadi ketika keuchik AM sedang menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta kepada staf di kantor camat tersebut. Uang yang diserahkan itu dilaporkan untuk kegiatan MTQ yang akan berlangsung di kecamatansetempat bertempat di Desa Drien Rampak pada 20 Oktober mendatang. Dalam kasus ini, polisi ikut menyita uang sebesar Rp 38 juta.

Seperti juga diketahui Camat Arongan Lambale, SJ merupakan PNS yang pernah terjerat kasus korupsi dan pernah dihukum selama 3 tahun dan denda Rp 50 juta. Selain dihukum 3 tahun, SJ juga diharuskan membayarkan uang pengganti Rp 1 miliar.

SJ divonis tahun 2011 lalu dalam kasus korupsi uang untuk dipertanggung jawabkan (UUDP) di DPRK Aceh Barat. Saat itu SJ bertugas sebagai pemegang kas di DPRK Aceh Barat.

Sementara itu rencana pelaksanaan MTQ di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat pada 20 Oktober mendatang akhirnya ditunda. Pihak panitia dari aparat desa di kecamatan itu menyatakan penundaan tersebut terkait kasus penangkapan camat.

“Pelaksanaan MTQ sudah disepakati ditunda. Terhadap apakah akan dilanjutkan tentu masih menunggu kepastian dari pertemuan lagi ke depan. Kami masih menunggu kepastian proses hukum yang kini sedang diusut polisi,” kata Karnizar, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDeSI) Lambalek.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved