Satpol PP Abdya Gerebek Pangkalan Elpiji Nakal, Ini Temuannya

pemilik pangkalan tidak menjual gas bersubsidi pada masyarakat miskin atau tidak tepat sasaran, karena menjual kembali pada pedagang,

Satpol PP Abdya Gerebek Pangkalan Elpiji Nakal, Ini Temuannya
ist
Belasan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon diangkut menggunakan mobil brio, Kamis (18/10/2018) malam dari salah satu pangkalan di kawasan Blangpidie. 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Satpol PP Aceh Barat Daya (Abdya) dikabarkan menggerebek salah satu pangkalan elpiji 3 kilogram 'nakal' di kecamatan Blangpidie.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, hasil penggerebekan tim satpol PP Abdya yang dilakukan pada malam hari itu, pangkalan nakal tersebut dinilai telah melakukan dua kesalahan atau pelanggaran. Sehingga, pangkalan tersebut terancam dicabut izin.

Kesalahan pertama, pemilik pangkalan tidak menjual gas bersubsidi pada masyarakat miskin atau tidak tepat sasaran, karena menjual kembali pada pedagang, dengan jumlah banyak.

Kedua, pemilik pangkalan menjual harga elpiji melon sebesar Rp 25.000 per tabung atau melampaui Harga Enceran Tertinggi (Het) Rp 22.500 per tabung yang ditetapkan oleh Bupati Abdya.

Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad SE saat dikonfirmasi Serambinews.com, membenarkan adanya penggerebekan salah satu pangkalan elpiji.

Baca: Demi Gas Elpiji Seharga Rp 230.000, Warga Mimika, Papua Rela Antre dari Siang Hingga Malam

"Iya benar, kita lakukan dua kali, pertama malam, kedua pagi hari. Pada malam, kita temukan gas melon itu diangkut menggunakan mobil brio, jumlahnya mencapai 15 tabung," kata Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad SE kepada Serambinews.com.

Dia tambahkan, setelah dibeli di pangkalan tersebut, rencananya akan dijual kembali pada masyarakat dengan harga lebih mahal. Karena, dibeli dari pangkalan tersebut Rp 25.000 per tabung.

"Sempat terjadi adu mulut. Untuk menghindari terjadi hal-hal tidak diinginkan, maka kita serahkan ke Polsek Blangpidie," sebutnya.

Baca: Pengoplos Elpiji Subsidi Dibekuk

Sementara pada paginya, kata Riad, pihaknya juga menemukan penyaluran gas melon tidak tepat sasaran.

Gas sebanyak 15 tabung itu rencananya akan dibawa ke Desa Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh.

Gas itu diangkut dari pangkalan yang sama menggunakan becak motor.

"Becak itu hanya mengangkut saja, pemiliknya orang lain. Pengakuannya, gas itu di bawa ke Rubek Meupayong," ungkapnya.

Dalam penggerebekan itu, Riad mengaku hanya membawa satu tabung gas elpiji sebagai barang bukti. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved