Vaksin Measles Rubella Dilanjutkan, MPU Abdya Sebut belum Keadaan Terpaksa

“MPU tetap pada pendapat vaksin MR yang berasal dari bahan babi belum mendesak digunakan atau belum pada waktunya,”

Vaksin Measles Rubella Dilanjutkan, MPU Abdya Sebut belum Keadaan Terpaksa
ist
Ketua MPU Abdya, Tgk Muhammad Dahlan. 

Sebab, bila vaksin MR tetap digunakan untuk imunisasi pada saat belum saatnya (belum mendesak) seperti sekarang ini maka akan timbul kenyakinan (akidah) masyarakat bahwa yang menyembuhkan penyakit menular atau penyakit berbahaya adalah vaksin tersebut.

“Maka sudah memutarbalikkan akidah yang benar ke akidah syirik,” tegas Tgk Muhammad Dahlan.

Dalam pernyataan tertulis MPU Abdya dikutip Firman Allah SWT dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 173 artinya “dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya, dalam situasi yang seperti ini dibolehkan”.

Tgk Muhammad Dahlan menegaskan, situasi sekarang ini, belum terpaksa bagi masyarakat, tetapi dipaksa oleh orang yang tidak memahami kaidah-kaidah hukum Islam yang menyebabkan pemahaman rukhsah (keringanan) yang tidak sesuai maqasid syar’I (tujuan syariat) dan tak menginginkannya oleh masyarakat, kecuali diselewengkan pemahaman oleh orang memaksakan.

Baca: MPU Aceh: Darurat, Vaksin Measles Rubella Bisa Dipakai

“MPU Abdya mengimbau agar jangan ada penyelewengan maksud Allah SWT,” tegasnya.          

Masih dalam pernyataan tertulis Ketua MPU Abdya disebutkan, masyarakat dapat membuat silogisme kategoris yang menghasilkan konklusi bahwasanya babi itu boleh dimakan walaupun belum sampai ke tahap darurat.

Begitu juga makanan atau obat-obatan yang mengandung lemak babi boleh dikonsumsi kapan saja. 

Menurut MPU Abdya, mencegah segala macam penyakit masih ada jalan lain yang halal.

Dikutip Sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud Ra yang artinya ‘wajib atas kamu berobat dengan madu dan Alquran’.

Baca: MUI Keluarkan Fatwa tentang Vaksin MR yang Mengandung Babi

Pada hadits yang lain diriwayatkan oleh Ibnu Majah, artinya ‘barang siapa menjilat madu tiga hari setiap bulan niscaya seorang tidak tertimpa segala macam penyakit’.

Halaman
123
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved