Tafakur

Berjuang untuk Ilmu

Walaupun bencana dan perang berkecamuk, kita dianjurkan untuk tetap giat belajar

Berjuang untuk Ilmu
IST
Ratusan santri Dayah Minhajussalam, Desa Kampung Baru, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam bersama personel TNI dari Kodim 0118 menggelar doa dan zikir untuk ribuan korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, Rabu (10/10/2018). 

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan uang dinar ataupun dirham, akan tetapi sesungguhnya mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa dapat mengambilnya, maka ia telah mengambil untung yang sangat besar” (HR. Abu Daud).

Walaupun bencana dan perang berkecamuk, kita dianjurkan untuk tetap giat belajar. Seperti para pendahulu kita yang terus bersemangat belajar saat negara sedang kacau, sulit dan terjajah. Mereka bukan hanya yakin belajar termasuk bagian dari perjuangan membebaskan negeri juga, tetapi juga upaya menyambut seruan Allah.

Dengan adanya usaha sungguh-sungguh sebahagian orang yang belajar saat kehidupan sedang morat-marit dan banyak kekurangan di segala bidang, kini kita sebagai anak cucu mereka merasakan “buah” kenikmatannya. Mereka berkucur keringat dan jatuh bangun mengumpulkan sisa-sisa tenaga di antara desingan peluru untuk menyelamatkan ilmu pengetahuan. Gunung didaki, laut diseberangi demi menemui sang guru.

Semangat mereka yang membaja bisa menjadi cambuk untuk membuat kita sadar dan tekun belajar di saat lapang. Bila di saat lapang banyak di antara kita malas belajar, apalagi di saat sempit. Dengan kata lain, tidak sedikit orang yang mengabaikan perintah Allah dan tak mengikuti pilihan Rasulullah SAW.

Rasulullah pernah ditawarkan apakah mau memilih kekayaan yang banyak atau ilmu. Dengan sangat yakin, Nabi yang mulia memilih ilmu.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved