Dua Kampung Jadi Desa Sadar Jaminan Sosial

Kampung Ie Relop, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah dinobatkan sebagai desa sadar Jaminan Sosial (Jamsos)

Dua Kampung Jadi Desa Sadar Jaminan Sosial
KEUCHIK Tumbo Baro, Khalid Wardana, menerima penghargaan dari Mendagri dan Kartu BPJS, di Kompleks Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Jumat (19/10).FOTO/IST 

TAKENGON - Kampung Ie Relop, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah dinobatkan sebagai desa sadar Jaminan Sosial (Jamsos) Ketenagakerjaan yang diresmikan oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Jumat (19/10). Untuk Aceh Tengah, dua kampung ditetapkan, yakni Ie Relop dan Kampung Jalan Tengah, Kecamatan Ketol.

Selain Bupati Aceh Tengah, peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita, juga dihadiri Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Umardin Lubis, Kepala Kantor Cabang BPJS Lhokseumawe, Abdul Hadi, Kepala SKPK, Camat dan sejumlah reje kampung.

Shabela Abubakar menuturkan, kedua kampung yang sudah ditetapkan menjadi desa sadar Jamsos Ketenagakerjaan, bisa menjadi contoh bagi kampung lain yang ada di Aceh Tengah. “Pasti ada kelebihan di dua kampung ini, makanya ditetapkan sebagai kampung sadar jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Shabela Abubakar.

Diharapkan, akan lebih banyak lagi masyarakat maupun desa di daerah dingin itu, bisa mengikuti jejak Kampung Ie Relop dan Jalan Tengah, menjadi desa sadar Jamsos Ketenagakerjaan. “Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran, tentang betapa pentingnya bila menjadi peserta Jamsos ketenagakerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Cabang Perintis Aceh Tengah, Fadli Maulana mengungkapkan, BPJS Ketenagakerjaan setempat, telah membayarkan klaim hingga 1 Oktober 2018 sebesar Rp 2.348.836.317. “Klaim yang sudah dibayarkan tersebut, terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP),” jelasnya.

Dia merincikan untuk JKK, ada 11 kasus dengan nilai klaim mencapai Rp 87.482. 844, untuk JKM, ada 21 kasus dengan jumlah klaim mencapai Rp 504.000.000. “Sedangkan untuk JHT, ada 305 kasus dengan jumlah klaim mencapai Rp 1.732.756.600 serta JP terdapat 7 kaus dengan jumlah klaim mencapai Rp 24.596.873,” rinci Fadli Maulana.(my)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved