SMTI Wisuda 153 Lulusan

Sebanyak 153 alumni Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK SMTI) Kota Banda Aceh, Kamis (18/10) diwisuda

SMTI Wisuda 153 Lulusan
SERAMBINEWS.COM/NASIR YUSUF
Muhammad Rizki didampingi ibunya, wisudawan ini terpilih sebagai Siswa Teladan SMK SMTI tahun 2017/2018. Kepala Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian, Mujiono, MM didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Dr Sahminan M.Pd, dan kepala sekolah Ir Hariyanto MPd, menyerahkan hadiah untuk siswa teladan tersebut. 

BANDA ACEH - Sebanyak 153 alumni Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK SMTI) Kota Banda Aceh, Kamis (18/10) diwisuda dan sekaligus dilepas untuk memasuki dunia kerja di berbagai perusahaan industri. Di samping bekerja di perusahaan, sebagian di antaranya ada juga yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tingggi serta menjadi wirausaha muda.

Kepala Pusdiklat Kementerian Perindustrian, Drs Mujiono MM meminta kepala SMK SMTI Banda Aceh, Ir Hariyanto MPd untuk lebih meningkatkan kualitas lembaga pendidikan teknik industri ini. “SMK SMTI ini sekarang berada di peringkat 6 nasional. Itu artinya, masih ada peluang untuk memperbaiki peringkat,” tegas Mujiono pada acara wisuda ke-49 SMK SMTI Banda Aceh.

Dikatakan, sebagai sekolah teknologi industri, SMTI Banda Aceh harus segera melaksanakan pendidikan dual system, yaitu 50 persen teori dan 50 persen praktek industri. “Praktek industri dengan model dual system seperti yang diberlakukan di Jerman dan Swiss sangat penting diterapkan di Banda Aceh,” tegas Mujiono.

Sebagai sekolah khusus yang berada di bawah Kementerian Perindustrian, SMK SMTI telah memberikan berbagai kemudahan kepada siswa dan alumninya. Dari beberapa hal yang penting, di antaranya, Ijazah, sertifikat profesi, sertifikat internasional, sertifikat bahasa asing, dan terakhir adalah pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Banda Aceh, Dr Sahminan MPd menyebutkan, lulusan SMK selama ini belum seluruhnya masuk ke dunia kerja. Mengutip data BPS yang siarkan Kompas, kata Sahminan, ternyata belum semua lulusan SMK terserap di dunia usaha dan dunia industri (Dudi). Bahkan, secara nasional lulusan SMK masih menjadi penyebab tingginya angka penganggurannya di Indonesia.

Kepala SMK SMTI Banda Aceh, Drs Hariyanto MPd didampingi Ketua Panitia, M Kasir mengatakan, ada 13 alumni lulusan 2018 yang tidak hadir pada saat wisuda. “Mereka yang absen tercatat sudah bekerja dan sebagian lainnya sedang melanjutkan pendidikan tingginya di luar Aceh,” katanya.

Dikatakan, dari 153 lulusan SMTI tahun 2018, 43 orang (28%) sudah diterima bekerja di perusahaan industri, 8 orang (5%) bahkan sudah bekerja, 35 orang (23%) menunggu proses rekruitmen, 88 orang (53%) melanjutkan kuliah ke PTN/PTS, dan sisanya 22 orang (14%) memilih wirausaha.(sir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved