Dinas Pendidikan Dayah Gelar Seminar HSN

Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar seminar bertajuk ‘peran santri dalam pembangunan bangsa’ di The Pade Hotel

Dinas Pendidikan Dayah Gelar Seminar HSN
PROF Dr Farid Wajdi Ibrahim MA bersama Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah SAg MM, Tgk H Anwar bin Tgk H Usman Kuta Krueng, dan Tgk Mustafa Husein Woyla dalam seminar Hari Santri Nasional di The Pade Hotel, Sabtu (20/10). 

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar seminar bertajuk ‘peran santri dalam pembangunan bangsa’ di The Pade Hotel, Aceh Besar, Sabtu (20/10). Seminar sehari penuh itu digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap 22 Oktober.

Seminar yang diikuti ratusan santri dayah di Aceh itu menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny SAg MM, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, Tgk H Anwar bin Tgk H Usman, Tgk Nasruddin M Juddon dan dipandu oleh Tgk Mustafa Husein Woyla.

Ketua panita pelaksana, Drs Muhammad Nas mengatakan, seminar itu digelar untuk memperingati HSN. Dia mengatakan, hari santri adalah hari untuk memperingatai peran besar ulama dan santri dalam melawan penjajah dan membentengi NKRI dari berbagai ancaman di masa lampau. “Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati hari santri tahun ini. Ini kegiatan rutin tahunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny dalam sambutannya mengatakan, momentum peringatan Hari Santri Nasional harus disadari sebagai momentum pengakuan peran besar ulama dan santri dalam memperjuangkan Indonesia di masa lalu. “Harus diketahui, bahwa dari dulu ulama dan santri berjuang bersama untuk bangsa ini, artinya perjuangan bangsa ini tidak melupakan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Pada 22 Oktober 1945 ulama menggelorakan jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, di mana santri harus berjuang dan semua masyarakat muslim harus melawan penjajah. “Inilah yang dilakukan oleh ulama kita terdahulu, sehingga pantas 22 Oktober dijadikan sebagai Hari Santri Nasional, sebagai bukti bahwa peran ulama dan santri memang besar dalam kemerdekaan negara kita,” pungkasnya.

Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim dalam materinya mengajak para santri untuk meraih berbagai prestasi dan dengan ilmunya juga harus bisa meraih kekuasaan di berbagai tingkatan, baik di daerah maupun di kancah Nasional. Tujuannya, agar bisa mengambil kebijakan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved