DPRA Setujui Pembelian Kapal

DPRA menyetujui pembelian satu unit kapal feri baru untuk melayani penyeberangan Banda Aceh-Sabang

DPRA Setujui Pembelian Kapal
ist
Asrizal H Asnawi 

* Untuk Sabang, Simeulue dan Pulau Banyak

BANDA ACEH - DPRA menyetujui pembelian satu unit kapal feri baru untuk melayani penyeberangan Banda Aceh-Sabang. Selain itu dewan juga sepakat pembelian dua kapal lainnya untuk Pulau Banyak dan Simeulue. Persetujuan itu disepakati dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Aceh (APBA) 2019.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh, Asrizal H Asnawi kepada Serambi, Sabtu (20/10) mengatakan, setelah dua kali pembahasan bersama anggota DPRA mengenai kebutuhan kapal di sejumlah wilayah Aceh, yaitu Sabang, Simeulue, dan Pulau Banyak. Akhirnya DPRA sepakat anggaran pengadaan kapal itu akan dimasukkan dalam APBA 2019 nanti.

“Anggaran pengadaan kapal feri sudah kita setujui supaya dimasukkan dalam APBA tahun depan. Kebutuhan kapal kita nilai sudah mendesak, karena untuk mendukung pariwisata, distribusi kebutuhan warga, hingga masalah darurat seperti rujukan orang sakit,” ujar Asrizal yang membidangi masalah transportasi.

Namun, karena anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan tiga unit kapal itu sangat besar, maka sistem penganggarannya dilakukan secara multi-years yang dimulai pada 2019. Untuk diketahui, pengadaan satu unit kapal seperti feri untuk Banda Aceh-Sabang saja membutuhkan kisaran anggaran Rp 40-60 miliar.

Dikatakan Asrizal, karena program pengadaan kapal itu dilakukan secara multi-years, maka tahun depan untuk pengadaan satu unit kapal dianggarkan dana sekitar Rp 30 miliar.

Ia menambahkan, pengadaan ketiga kapal itu tidak dilakukan dengan pembelian kapal sudah jadi. Tapi akan dilakukan pemesanan kepada galangan yang memenangkan lelang nanti. Sedangkan desain kapal sudah disiapkan oleh Pemerintah Aceh yang sesuai dengan kondisi Samudera Hindia, tempat kapal itu beroperasi nanti.

Menurutnya, saat ini Aceh memang masih kekurangan kapal angkutan laut. Hal itu terlihat dari seringnya munculnya pemberitaan mengenai penumpang terlantar jika ada kapal yang doking atau cuaca buruk.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh, Asrizal H Asnawi mengatakan, pengadaan kapal untuk Sabang dinilai sudah menjadi kebutuhan. Karena selama ini Sabang merupakan andalan pariwisata Aceh. Sedangkan transportasi laut menjadi akses utama menuju pulau paling barat Indonesia itu.

Untuk mendukung mobilisasi wisatawan maka harus disediakan kapal yang memadai dengan kapasitas dan spesifikasi yang tinggi. Selain itu, kapal juga akan berperan menjadi penyuplai kebutuhan pokok warga Sabang.

Sementara pengadaan kapal untuk Simeulue juga dinilai sangat penting, karena selama ini warga Simeulue yang ingin ke banda aceh masih ada yang berlabuh di Singkil dan Labuhan Haji. Maka jika kapal itu sudah tersedia nanti, akan melayani rute Meulaboh-Sinabang secara rutin.

“Nanti jika ada yang darurat seperti orang sakit dan harus dirujuk ke Banda Aceh, maka mereka tidak perlu lagi menyeberang melalui Labuhan Haji, tapi sudah bisa berlabuh di Meulaboh dan akan lebih dekat ke Banda Aceh,” ujar Asrizal. Sementara kapal untuk Pulau Banyak akan menjadi pendukung pariwisata ke kawasan wisata baru Aceh tersebut.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved