OTT KPK di Aceh

Dugaan Korupsi Gratifikasi Irwandi Terkait Pembangunan Dermaga Sabang

Irwandi diduga tidak melaporkan penerimaan tersebut pada Direktorat Gratifikasi KPK

Dugaan Korupsi Gratifikasi Irwandi Terkait Pembangunan Dermaga Sabang
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan secara rinci kasus dugaan suap gratifikasi jabatan yang juga menjerat gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf.

Ternyata kasus gratifikasi jabatan dengan total suap Rp 32 miliar itu merupakan kasus korupsi pada periode pertama Irwandi menjabat sebagai Gubernur Aceh, periode 2007-2012.

Kasus dugaan gratifikasi itu berkaitan dengan kasus korupsi pembangunan dermaga Sabang pada tahun anggaran 2006-2011, sebagaimana telah diberitakan Serambinews.com sebelumnya.

Baca: KPK Sebut Irwandi Yusuf Juga Terlibat Dugaan Korupsi Gratifikasi Jabatan, Ini Totalnya

"Kasus ini disidik KPK dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan dermaga Sabang tahun 2006-2011. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara tersebut ke penyidikan," kata Febri Diansyah dalam keterangannya kepada Serambinews.com, Senin (22/10/2018).

Sebagaimana pernah diberitakan Serambi Indonesia dan Serambinews.com beberapa waktu lalu, KPK kembali menetapkan Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi dalam proyek pembangunan dermaga Sabang tahun 2006-2011.

Baca: BREAKING NEWS - KPK Menetapkan Irwandi Yusuf Sebagai Tersangka Proyek Dermaga Sabang

Ini status tersangka yang kedua kalinya terhadap Irwandi setelah sebelumnya KPK menetapkan status tersangka dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

"Total dugaan gratifikasi yang diterima yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012, yaitu sebesar Rp 32 Miliar. Dan Irwandi diduga tidak melaporkan penerimaan tersebut pada Direktorat Gratifikasi KPK," pungkas Febri. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved