Industri Pertambangan Memiliki Dampak Strategis Terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Direktur Utama PT Mifa Bersaudara Slamet Haryadi menyebutkan bahwa kehadiran Industri pertambangan

Industri Pertambangan Memiliki Dampak Strategis Terhadap Pembangunan Berkelanjutan

BANDA ACEH - Direktur Utama PT Mifa Bersaudara Slamet Haryadi menyebutkan bahwa kehadiran Industri pertambangan di Aceh memiliki dampak strategis terhadap pembangunan berkelanjutan di Provinsi Aceh.

Hal tersebut beliau sampaikan pada acara Aceh Global Conference yang di adakan di Hotel Kyriad Muraya Aceh, Rabu (17/10/18). “Terdapat beberapa penerimaan negara dari adanya industri pertambangan batubara di Provinsi Aceh, yakni kewajiban royalti berdasarkan PP. No. 9 Tahun 2012, Perpajakan, dan ontribusi sumbangan pembangunan daerah provinsi dan kabupaten”, ungkap Slamet.

Lebih lanjut Slamet mencontohkan PT Mifa Bersaudara yang dipimpinnya saat ini, dimanaselama tahun 2015-2017 Mifa merupakan perusahaan pembayar pajak terbesar dan telah menerima penghargaan tax payer award secara berturut-turut dari Direktorat Jenderal Pajak Aceh.

Di sisi lain, Direktur Mifa tersebut menyebutkan bahwa kehadiran Mifa saat ini juga membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan, dimana saat ini Mifa sudah merekrut 76 persen Putra Aceh untuk berkontribusi dalam pengelolaan industri batubara di Meulaboh.

“Mifa terus berkomitmen untuk tumbuh, maju, dan berkembang bersama masyarakat melalui program pengembangan masyarakat (CSR), sehingga dapat bersinergi bersama pemerintah guna terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan”, tutur slamet.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved