Pertamina Sanksi Tujuh SPBU

PT Pertamina (Persero) Marketing Branch Aceh, menjatuhkan sanksi tegas kepada tujuh SPBU nakal di Aceh

Pertamina Sanksi Tujuh SPBU
AWAN RAHARJO, Marketing Branch Aceh PT Pertamina (Persero)

* Terkait Penyaluran BBM Bersubsidi

BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) Marketing Branch Aceh, menjatuhkan sanksi tegas kepada tujuh SPBU nakal di Aceh karena melakukan pelanggaran, yakni menyalurkan BBM bersubsidi kepada yang tidak berhak.

Bentuk sanksi yang dijatuhi PT Pertamina terhadap tujuh SPBU itu, mulai penghentian pasokan khusus biosolar bersubsidi selama 30 hari hingga sanksi membayar selisih harga BBM bersubsidi yang telah dijual kepada pihak-pihak menggunakan jerigen dan drum.

Sanksi membayar selisih harga BBM bersubsidi yang telah dijual dalam jumlah bervariasi oleh ke tujuh SPBU itu, selanjutnya disetorkan ke rekening PT Pertamina paling lambat 10 hari, sejak surat peringatan dan skorsing itu diterbitkan.

Marketing Branch Manager Aceh, PT Pertamina (Persero), Awan Raharjo, yang dihubungi Serambi, Minggu (21/10) mengatakan, surat peringatan dan skorsing itu telah dikirim ke tujuh SPBU dan ditujukan langsung kepada pimpinan SPBU yang melakukan pelanggaran tersebut.

Bila peringatan yang dijatuhkan itu tidak diindahkan, maka PT Pertamina akan memberikan sanksi lebih berat, mulai dari menghentikan pengiriman BBM bersubsidi yang akan digantikan dengan bahan bakar khusus (BBK) nonsubsidi, sampai pada pemutusan hubungan usaha (PHU) terhadap SPBU-SPBU nakal tersebut.

Surat peringatan untuk tujuh SPBU itu juga ditembuskan pada GM Marketing Operation Region I, Retail Fuel Marketing Region Manager I, OH Terminal BBM yang menjadi masing-masing wilayah SPBU yang melakukan pelanggaran itu serta ditembuskan ke DPC Hiswana Migas Aceh.

Ke tujuh SPBU nakal yang dijatuhi sanksi tersebut, masing-masing berada di Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya (Abdya), Pidie, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.

Seluruh SPBU nakal itu dijatuhi sanksi sama, yakni penghentian pasokan khusus biosolar bersubsidi selama 30 hari dan membayarkan selisih harga BBM subsidi yang telah melayani penjualan dengan jerigen dan drum yang selanjutnya disetorkan ke rekening PT Pertamina. “Jumlah ini akan sangat mungkin bertambah apabila rekan-rekan SPBU masih terus melakukan pelanggaran aturan yang telah disosialisasikan sebelumnya. Karena monitoring ini akan terus kami lakukan secara intensif,” tegas Awan Raharjo

Marketing Branch Manager Aceh, PT Pertamina (Persero), Awan Raharjo mengimbau, dengan dijatuhi sanksi dan skorsing terhadap tujuh SPBU itu, diharapkan dapat memperbaiki kinerja SPBU dan operasionalnya di lapangan dengan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Awan juga menyinggung bahwa di dalam surat peringatan dan skorsing itu, SPBU tersebut juga diwajibkan memasang CCTV yang mengarah ke jalur pulau pompa BBM solar/biosolar subsidi. “Pemasangan paling lambat 10 hari sejak tanggal surat itu diterbitkan,” pungkas Awan.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved