Tafakur

Sedekah Berkelanjutan

Kalau mendatangi suatu tempat umum, seperti masjid, umumnya orang berharap semua fasilitasnya bagus

Sedekah Berkelanjutan

Oleh: Jarjani Usman

“Jika meninggalnya anak Adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang bermanfaat, (3) anak salih yang selalu mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim).

Kalau mendatangi suatu tempat umum, seperti masjid, umumnya orang berharap semua fasilitasnya bagus dan nyaman digunakan. Tikarnya lembut untuk sujud dan lantainya selalu bersih. Toiletnya pun maunya selalu bersih dan leluasa ketika dipakai. Namun giliran menyumbang, uang yang dipilih adalah yang paling kecil. Itupun jarang dilakukan. Ini artinya apa yang diharapkan berbeda jauh dengan yang dilakukan.

Padahal kalau menginginkan pelayanan dengan fasilitas yang bagus, harus berupaya untuk menyumbang dalam jumlah maksimal dan terencana agar fasilitas masjid bisa dibangun sebaik mungkin. Perlu juga diniatkan dan direncanakan secara reguler agar kita terbiasa bersedekah untuk kebaikan. Misalnya, setiap rezeki yang diperoleh akan disumbangkan 10 persen untuk pembangunan masjid. Dengan demikian, sedekah akan berkelanjutan.

Bukan hanya sedekah yang berkelanjutan, pahalanya juga. Apalagi masjid bisa bertahan lama, dan jumlah pemakainya sangat banyak. Setiap telapak kaki yang masuk ke dalamnya untuk beribadah akan menghasilkan pahala bagi orang-orang yang menyumbangnya. Setiap kendaraan yang diparkir di halamannya dan lalu lalang orang, akan menghasilkan pahala bagi penyumbang tanahnya. Itu juga bisa menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para penyumbangnya yang ikhlas, walaupun penyumbangnya telah tiada.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved