Salam

Semua PSN Penting bagi Aceh, Maka Jangan Dicoret

SAAT ini terdapat 53 proyek strategis yang akan dikeluarkan dari 223 Proyek Strategis Nasional (PSN)

Semua PSN Penting bagi Aceh, Maka Jangan Dicoret

SAAT ini terdapat 53 proyek strategis yang akan dikeluarkan dari 223 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang total investasinya mencapai Rp 4.150 triliun, karena tidak ada kemajuan. Sejak dicanangkan tahun 2015, tiga tahun berlalu, ke-53 proyek itu masih dalam tahap penyiapan, belum terealisasi. Enam di antaranya terdapat di Aceh.

Informasi tentang terancam dicoretnya keenam PSN itu diperoleh Serambi, Sabtu (20/10) siang, dari Dr M Adli Abdullah MCL, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Aceh. Lembaga ini adalah ormas tempat berhimpunnya para relawan Jokowi.

Adli hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bara JP di Jakarta pada 15 Oktober 2018. Dalam rakernas itu dibicarakan bahwa menjelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Jokowi tahun depan Kepala Negara tidak ingin ada PSN terbengkalai dan tidak selesai. Nah, itulah sebab 53 PSN yang progresnya belum menggembirakan atau masih dalam tahap penyiapan itu, dikeluarkan dari daftar PSN. “Ironisnya, enam proyek berada di Aceh,” kata Adli.

Keenam PSN Aceh yang terancam dikeluarkan atau dicoret dari daftar PSN itu adalah jalan tol Banda Aceh-Sigli, jalan tol Binjai-Langsa, jalan tol Langsa-Lhokseumawe, jalan tol Lhokseumawe-Sigli, serta dua buah bendungan, yakni bendungan Rukoh dan Tiro.

Situasi tersebut, kata Adli, sangat disayangkan mengingat keenam proyek itu sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 hasil revisi Perpres Nomor 3 Tahun 2016.

Berdasarkan informasi yang didapat Adli dari Ketua Umum DPP Bara JP, Sihol Manulang, rintangan yang dihadapi untuk penyediaan proyek PSN itu sebagian besar penyebabnya adalah masalah perencanaan dan penyiapan yang mengambil porsi 38%, pembebasan lahan 36%, pelaksanaan konstruksi 12%, pendanaan 8%, dan perizinan 6%, serta kurangnya dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Menanggapi kondisi itu, kita di Aceh tak boleh tinggal diam. Apalagi pasrah. Semua pihak di Aceh harus menyamakan persepsi dan sepakat bahwa PSN itu penting. Kalau semua kita sepakat bahwa PSN itu penting, maka segala hal yang terkait dengan PSN itu juga penting. Maka, penting juga untuk mencegah dicoretnya enam proyek itu dari daftar PSN.

Oleh karena itu, baik eksekutif dan legislatif, maupun pihak-pihak lainnya harus kompak, tidak hanya memikirkan kepentingan sesaat dan kelompok.

Kalau kita sudah kompak, selanjutnya adalah membentuk tim lobi untuk meyakinkan menteri terkait bahkan Presiden Jokowi agar keenam PSN yang lokasinya di Aceh itu tetap dipertahankan. Bukan saja karena Aceh memang membutuhkannya, tapi juga karena keenam PSN itu diyakini dapat membangkitkan perekonomian Aceh yang saat ini posisinya termiskin di Sumatera dan nomor enam termiskin di Indonesia.

Pendeknya, ikhtiar dan lobi kita dari Aceh harus tertuju optimal ke sana agar keenam PSN itu tidak sampai dicoret dari daftar yang ada dan dapat kita realisasikan bersama tiga PSN lainnya di Aceh yang kini mulai bergulir, yakni Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, waduk Keureuto di Paya Bakong, Aceh Utara, dan waduk Paya Guci di Aceh Barat. Semoga PSN ini menjadi jalan tol bagi Aceh dalam meningkatkan derajat kesejahteraan rakyatnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved