Dua Pasien RSUD CND Meninggal Usai Disuntik Tenaga Honorer

Tim DPRK Aceh Barat, Senin (22/10) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh

Dua Pasien RSUD CND Meninggal Usai Disuntik Tenaga Honorer
SUWARDI, ayah dari almarhum Alfa Reza (11), memperlihatkan foto anaknya kepada wartawan di rumahnya, Minggu (21/10). 

MEULABOH – Tim DPRK Aceh Barat, Senin (22/10) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh dan mendapatkan beberapa fakta dan pengakuan mengejutkan terkait meninggalnya pasien usai disuntik oleh petugas piket pada Sabtu (20/10) dini hari.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE bersama empat anggota yaitu Ilyas Yusuf, Nasri, Said Mahdani, dan Samsul Bahri lebih fokus pada kasus meninggalnya Alfa Reza (11), anak pertama dari pasangan Suwardi dan Nurbaiti, warga Pante Ceureumen, Aceh Barat usai disuntik oleh petugas medis pada Sabtu (20/10) dini hari.

Berdasarkan informasi lain dan penelusuran Serambi, ternyata beberapa saat sebelum Alfa Reza meninggal, kasus serupa juga menimpa seorang anak berusia 15 tahun bernama Ajrul Amilin, putra dari pasangan Nurhayati dan Hasan Basri, warga Pasie Teubee, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya.

“Kami juga meminta keadilan. Sejauh ini tidak ada kepedulian dari pihak rumah sakit di Meulaboh terhadap anak kami yang juga meninggal setelah disuntik oleh petugas medis,” kata Nurhayati, ibunda dari almrahum Ajrul Amilin menjawab Serambi, Senin (22/10) melalui ponsel.

“Dari empat petugas medis yang piket malam itu semua tenaga honorer. Tenaga honorer itu pula yang menyuntik pasien bernama Alfa Reza (11) hingga akhirnya meninggal dunia. Ini yang sangat kita sesalkan,” kata Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE kepada wartawan, Senin kemarin.

Menurut Ramli, awalnya mereka ingin bertemu langsung Direktur RSUD CND, dr Furqansyah namun karena yang bersangkutan sedang di luar rumah sakit, maka kedatangan tim diterima beberapa petugas medis dan Humas RSUD CND, Yulizar.

Dalam sidak tersebut, tim DPRK meninjau ruang anak tempat Alfa Reza dirawat serta mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari lalu.

Menurut Ramli, petugas yang piket sebenarnya gabungan dari PNS dan honorer, karena seorang PNS sedang sakit maka yang bertugas adalah empat honorer yang baru bekerja dalam tahun 2018 ini.

“Petugas medis yang sangat banyak kenapa harus honorer yang di depan. Apalagi dalam hal menangani pasien. Seharusnya petugas medis yang pegawai harus di depan dalam tugas,” kata Ramli.

DPRK meminta kasus ini harus diusut tuntas oleh aparat hukum serta perlu pembenahan kembali manajemen medis RSUD CND sehingga kasus hilangnya nyawa manusia tidak lagi terjadi.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved