Pria Cacat Leher di Simpang BPKP Disuruh Mengemis oleh Keluarga, Joki Lebih Banyak Dapat Bagian

Pengakuan itu langsung kami dengar langsung dari orang tua Nazar, pada saat Nazar kami antar ke kampung halamannya

Pria Cacat Leher di Simpang BPKP Disuruh Mengemis oleh Keluarga, Joki Lebih Banyak Dapat Bagian
IST
Pria bernama Nazaruddin, berumur sekitar 23 tahun itu, sengaja dieksploitasi dan diduga dipaksa jadi pengemis oleh orang tuanya yang menetap di salah satu gampong di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bagi anda yang pernah melintas di kawasan Simpang BPKP, Banda Aceh, pasti ingat dengan seorang pengemis yang mengalami cacat fisik akibat gangguan syaraf leher belakang yang dideritanya.

Pria bernama Nazaruddin, berumur sekitar 23 tahun itu, sengaja dieksploitasi dan diduga dipaksa jadi pengemis oleh orang tuanya yang menetap di salah satu gampong di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.

Fakta mengejutkan itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Kota Banda Aceh, Drs Muzakir didampingi Kabid Rehabilitasi, TM Syukri SSos MAP, kepada Prohaba, Senin (22/10/2018).

Baca: Ambil Uang Rp115 Juta di Bank, Video Pengemis Ini Viral, Pihak Keluarga Beri Klarifikasi

Baca: Kisah Ibu Para Anak Yatim Piatu, Perempuan Pengemis yang Mengurus 1.400 Anak Telantar

Baca: Siap Hadapi Floyd Mayweather Jr, Khabib Nurmagomedov Dikabarkan Minta Bantuan Mike Tyson

Dinas Sosial Aceh bersama personel Satpol PP Aceh, Satpol PP Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh menggelar razia terhadap gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah sudut dalam Kota Banda Aceh, Selasa (16/10/2018)
Dinas Sosial Aceh bersama personel Satpol PP Aceh, Satpol PP Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh menggelar razia terhadap gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah sudut dalam Kota Banda Aceh, Selasa (16/10/2018) (SERAMBINEWS.COM/M NASIR)

"Pengakuan itu langsung kami dengar langsung dari orang tua Nazar, pada saat Nazar kami antar ke kampung halamannya di Kecamatan Delima Pidie, setelah terjaring razia," kata TM Syukri.

Ia menjelaskan pada saat Nazar terjaring razia penertiban yang dilakukan bersama tim gabungan dari Satpol PP dan Polresta Banda Aceh, kemudian Nazar diantar ke kampung halamannya di Delima Pidie.

Pihaknya mendapatkan keterangan kalau selama ini Nazar memang sengaja disuruh mengemis oleh keluarganya.

Baca: Belasan Gepeng Terjaring Razia di Banda Aceh, Mereka akan Dibina di Sini

Baca: Paksa 19 Anaknya Jadi Pengemis, Pasangan Suami Istri Dipenjara 15 Bulan

Baca: Haji Uma Minta Dinas Bina Marga Aceh Perbaiki Kerusakan di Jalan Pengubung KKA

Lalu, menurut orang tua Nazar, lanjut TM Syukri, pemuda malang itu sengaja disuruh mengemis di Banda Aceh dengan dibantu sejumlah joki atau orang-orang yang berbeda untuk membawa Nazar mengemis di Simpang BPKP.

Lalu dari hasil mengemis, lebih banyak diperoleh oleh Joki.

Fakta lainnya yang diperoleh dari pihak keluarga, Nazar, anak cacat ini juga sengaja ditempatkan mengemis setiap hari di Simpang BPKP dengan ditemani joki yang sering bergonta-ganti.

Baca: Meski Ilegal, Para Pengemis Dubai Bisa Dapat Rp1 Miliar Sebulan dengan Cara Ini

Baca: VIDEO: Satpol PP Banda Aceh Amankan Puluhan Pengemis dan Anak Jalanan

Baca: Pengemis di Banda Aceh Ini, Isi Dompetnya Uang Ringgit

Halaman
12
Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved