Konferensi Kerja PGRI Aceh Bahas Penguatan Kelembagaan

Pengurus PGRI Aceh membahas masalah penguatan kelembagaan menuju kesejahteraan guru

Konferensi Kerja PGRI Aceh Bahas Penguatan Kelembagaan
KAKANWIL Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh diapit pengurus PGRI Aceh, M Nurdin (kiri) dan Abdul Syukur (kanan) saat membahas tentang peranan Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah pada Korferja PGRI Aceh di Permata Hati Hotel, Selasa (23/10/2018). 

BANDA ACEH - Pengurus PGRI Aceh membahas masalah penguatan kelembagaan menuju kesejahteraan guru. Pembahasan itu dilaksanakan dalam Konferensi Kerja ke IV tahun 2018 di Permata Hati Hotel, Aceh Besar.

Ketua PGRI Aceh Abdul Syukur M.Ag mengatakan, Konferda PGRI yang berlangsung Senin - Rabu (22-24/10) melibatkan para pengurus dari 23 kabupaten/kota dengan menghadirkan empat pemateri, yakni Ketua Umum PB PGRI Dr Unifah Rosidi MM, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin M.Pd, Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh, dan Ketua PGRI Aceh Abdul Syukur.

Kakanwil Kemenag Aceh HM Daud Pakeh di depan pengurus 23 kabupaten/kota menjelaskan perlunya Pergub pendidikan agama, juga sekaligus memberikan kesempatan tanya jawab dan berdialog. Dalam kesempatan itu, sejumlah pengurus PGRI meminta agar jam pelajaran pendidikan agama di sekolah-sekolah umum bisa diseragamkan menjadi 5 jam per minggu. Saat ini masih ada sekolah yang hanya menyediakan 3 jam dan ada yang 5 jam. Selain itu, peserta juga mempertanyakan masalah absensi guru manual dan online yang juga masih berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Untuk keseragaman tersebut, mereka meminta Kakanwil Kemenag Aceh menyurati sekolah agar pelaksanaannya diseragamkan.

Menyangkut masalah jam pelajaran agama, lima jam per minggu, Daud Pakeh mengatakan, pihaknya akan menunggu Pergub. “Kalau di qanun sudah beres, ya kita tinggal menunggu turunannya untuk bisa secepatnya diberlakukan,” kata Kakanwil Kemenag Aceh saat memberi materi pada Konferensi kerja PGRI Aceh, Selasa (23/10) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin MPd mengatakan, Pemerintah Aceh siap mendukung organisasi guru tertua di Indonesia. “Kita siap membantu, mudah-mudahan dengan bantuan tersebut, mutu pendidikan di Tanah Rencong juga meningkat,” katanya.

Ketua PGRI Aceh mengatakan, konferja sebagai penguatan organisasi profesi. Untuk itu, tambah Syukur, data guru di daerah-daerah harus valid. “Sebab, selama ini tidak semua guru tercatat sebagai anggota PGRI,” katanya.(sir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved