Salam

Manajemen RSUD CND Harus Bertanggungjawab

Keburukan pelayanan di RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh semakin terungkap menyusul meninggalnya

Manajemen RSUD CND Harus Bertanggungjawab
KASAT Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu M Isral (kiri) didampingi KBO Reskrim dan Kanit Resmob memperlihatkan barang bukti jarum suntik dan infus terkait kasus meninggalnya seorang anak di RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Sabtu (20/10). 

Keburukan pelayanan di RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh semakin terungkap menyusul meninggalnya dua pasien usai disuntik petugas medis di sana dua hari lalu. Pihak keluarga kedua [pasien menduga anak-anak mereka yang berusia belia itu meninggal karena salah suntik obat di rumah sakit tersebut.

Parahnya lagi, Tim DPRK setempat yang menginspeksi ke rumah sakit milik Pemkab Aceh Barat itu mendapatkan informasi bahwa penyuntik pasien-pasien yang akhirnya meninggal itu adalah tenaga honorer. Inilah yang disesalkan keluarga pasien dan para anggota dewan setempat.

“Kami meminta keadilan. Sejauh ini tidak ada kepedulian dari pihak Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh terhadap anak kami yang juga meninggal setelah disuntik petugas medis,” kata seorang ibu yang anaknya meninggal usai disuntik.

Sedangkan Ketua DPRK Aceh Barat yang memimpin rombongan inspeksi menyatakan kekecewaannya terhadap manejemen RSUD CND. “Dari empat petugas medis yang piket malam itu semua tenaga honorer. Tenaga honorer itu pula yang menyuntik pasien bernama Alfa Reza (11) hingga akhirnya meninggal dunia. Ini yang sangat kita sesalkan,” katanya.

Dan, Ramli juga bertanya, “Petugas medis yang sangat banyak kenapa harus honorer yang di depan. Apalagi dalam hal menangani pasien. Seharusnya petugas medis yang pegawai harus di depan dalam tugas. Maka, DPRK meminta kasus ini diusut tuntas oleh aparat hukum serta perlu pembenahan kembali manajemen RSUD CND sehingga kasus hilangnya nyawa manusia tidak lagi terjadi.”

Kita setuju kasus ini dibawa ke jalur hukum agar jelas siapa sesungguhnya yang salah. Kemudian, akan jelas juga tentang sebab-sebab pasien itu meninggal. Apa karena salah suntik atau karena sebab yang lain.

Soal tenaga honorer yang mentyuntik, juga belum bisa kita salahkan. Sebab, dalam kasus suntik menyuntik pasien, si paramedis atau perawat itu biasanya cuma menjalankan perintah. Demikian juga untuk memberikan obat, juga atas perintah. Dan yang memerintah itu biasanya adalah seorang dokter. Inilah yang harus diusut tuntas sehingga semuanya jelas.

Oleh sebab itulah, menyusul kejadian ini kita berharap manajemen semua rumah sakit menjadikannya sebagai pelajaran penting agar tak ada lagi korban yang bernasib malang hanya gara-gara kelalaian petugas rumah sakit. Dan, pihak berwenang kita dorong segera menyidik kasus meninggalnya dua pasien usai disuntik petugas di RSUD CND Meulaboh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved