Tahanan Tewas, Mapolsek Dibakar

Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bendahara, Aceh Tamiang, diamuk massa akibat meninggalnya seorang tahanan

Tahanan Tewas, Mapolsek Dibakar
MASSA yang mengamuk membakar gedung dan mobil patroli Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (23/10).

* Dua Warga Terluka Kena Tembakan

KUALASIMPANG - Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bendahara, Aceh Tamiang, diamuk massa akibat meninggalnya seorang tahanan di mapolsek tersebut, Selasa (23/10). Kerusuhan sempat meluas hingga menyebabkan dua warga terluka kena tembakan peluru karet, yakni Ridwan (29) dan Muhammad Fauzan (18), warga Kampung Telaga Muku, Kecamatan Banda Mulia.

Amukan yang terjadi sekira pukul 13.00 WIB itu menyebabkan seluruh bangunan rusak terbakar. Massa juga membakar satu unit mobil dinas patroli, sejumlah sepeda motor, dan menghancurkan tembok pagar hingga membongkar atap tempat parkir kendaraan. Sebagian massa sempat menjarah amunisi, meski sudah dihalau aparat TNI.

Menjelang sore, suasana sempat memanas setelah massa mulai melempari polisi yang berada di sisi kanan mapolsek. Lemparan yang mengenai seorang petugas ini kemudian dibalas polisi dengan melepaskan tembakan ke udara serta gas air mata ke kerumunan warga. Dua orang tertembak di bagian kaki dan tangan. Kondisi keduanya dilaporkan hanya luka ringan.

Situasi mulai kondusif setelah Komandan Kodim 0117/Atam, Letkol Inf Deki Rayusyah Putra bersama Wakapolres Aceh Tamiang, Kompol Muhammad Munzir mengajak perwakilan warga untuk mediasi di Kantor Camat Bendahara. Di hadapan warga, Munzir menegaskan dirinya sebagai orang paling bertanggung jawab.

Munzir memastikan penyebab kerusuhan akan diusut dan oknum yang bersalah akan ditindak tegas. “Siapa yang salah akan ditindak,” ucapnya.

Kerusuhan ini dipicu meninggalnya tersangka kasus narkoba, Mahyar bin Usman (31) yang sebelumnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Bendahara, Senin (22/10) malam. Keluarga menyebut Mahyar ditangkap saat sedang menjaga tambak kepitingnya di dekat rumahnya, Desa Tanjung Keuramat, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang.

Meninggal di RS
Pembakaran Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang, oleh massa diakui oleh Polda Aceh sebagai buntut dari meninggalnya Mahyar bin Usman, yang menurut polisi, adalah seorang tersangka pengedar narkoba yang ditangkap personel polsek tersebut Selasa (23/10) dini hari.

Pembakaran ini dilakukan warga yang meluapkan amarah atas tewasnya seorang pengedar sabu. Polisi menyebut, tersangka yang merupakan warga Gampong Tanjung Kramat, Kecamatan Banda Mulia, itu berinisial AY (31). Sedangkan berdasarkan konfirmasi Serambi ke pihak keluarga, korban bernama Mahyar bin Usman, bukan AY.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar menjelaskan, AY ditangkap saat sedang bertransaksi. Petugas pun mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 2 gram. “Saat diinterogasi oleh Kanit Reskrim, Bripka BK, pelaku mengaku masih ada barang bukti lainnya yang disimpan,” kata Kombes Misbahul Munauwar menjawab Serambi tadi malam.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved