Opini

Adat Aceh Milenial

ADAT menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah aturan (perbuatan dan sebagainya) yang lazim

Adat Aceh Milenial
milenial 

Oleh Mulyadi Nurdin

ADAT menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah aturan (perbuatan dan sebagainya) yang lazim diturut atau dilakukan sejak dulu kala. Generasi Milenial (Millennial Generation) adalah generasi yang lahir antara 1980 sampai 2000. Generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan alat komunikasi, media, dan teknologi digital.

Istilah adat dan milenial terkesan memiliki makna yang berjauhan, dan perilaku generasi manusia terhadap adat juga berbeda. Generasi terdahulu sangat berpegang teguh pada nilai adat, sedangkan kaum milenial terkesan jauh dari nilai adat budaya.

Perbedaan gaya hidup sangat terlihat pada penggunaan teknologi informasi. Survei yang dilakukan CSIS pada 2017 menunjukkan bahwa 54.3% milenial setiap hari membaca media online, berbanding 11.9% dengan nonmilenial.

Penetrasi media sosial juga sangat kuat di kalangan milenial. Misalnya, akun facebook dimiliki oleh 81.7% milenial dan hanya 23.4% non-milenial. Perbedaan karakter ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Aceh dalam mempertahankan nilai adat budaya yang dianggap “ketinggalan zaman” oleh milenial.

Saat ini, masih terkesan bahwa adat milik orang tua, yang ditandai dengan peran adat umumnya diberikan kepada tokoh berumur yang sudah pensiun dari aktivitas rutin. Kalau ini terus dipertahankan, akan memberi kesan bahwa adat merupakan peran ekslusif yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak produktif sambil menikmati hari tua.

Sumber informasi yang dikonsumsi milenial secara masif dan realtime setiap saat, tentu akan berpengaruh besar pada karakter dan pola pikir mereka, yang akan bergeser dari nilai-nilai lokal yang dulunya dijaga secara tradisional oleh perangkat adat.

Pendekatan kepada milenial sejauh ini belum maksimal, karena memang tidak mudah memilenialkan adat yang merupakan barang lama ke dalam sistem modern nan canggih, tetapi jika digarap dengan serius tidak mustahil hal itu bisa diwujudkan.

Arus globalisasi
Idealnya perkembangan teknologi semakin menguntungkan dari segala sisi. Jika kita mampu mengisi dengan konten yang berkualitas dan masif, kita akan menjadi pihak yang mempengaruhi, bukan dipengaruhi oleh arus globalisasi.

Semakin gencar kita mengirim konten adat ke internet, semakin berkembang informasi tentang adat Aceh. Tetapi jika kalah cepat, teknologi akan membuat generasi milenial melupakan nilai-nilai adat budaya sendiri, misalnya banyak milenial lebih senang bermain menggunakan gadget daripada bermain permainan tradisional warisan nenek moyang kita.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved