Sabirin dan Tiga Mahasiswa Asal Aceh Raih Gelar Doktor di Malaysia

“Ambil kesempatan untuk mendapat beasiswa dari pemerintah Aceh, untuk mewujudkan Aceh hebat dan bermartabat,”

Sabirin dan Tiga Mahasiswa Asal Aceh Raih Gelar Doktor di Malaysia
IST
Dr Sabirin MSi, salah satu mahasiswa Aceh penerima beasiswa dari Pemerintah Aceh melalui Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh menerima gelar doktor falsafah dari Universiti Sains Malaysia (USM), Selasa (23/10/2018). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Empat mahasiswa Aceh penerima beasiswa dari Pemerintah Aceh melalui Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh menerima gelar doktor falsafah dari Universiti Sains Malaysia (USM), Selasa (23/10/2018).

Acara wisuda atau di Malaysia dikenal dengan istilah konvokesyen ke-56 diadakan di Gedung Tuanku Syed Putra, Penang, Malaysia pada 23-28 Oktober 2018. 

Empat mahasiswa Aceh penerima gelar doktor falsafah itu, yakni Dr Sabirin, Dr Rahmat Oriza, Dr Tarmizi dan Dr Nuriman.

Baca: Mahathir Mohamad: Malaysia Tidak Bisa Menerima Hak-hak LGBT dan Pernikahan Sesama Jenis

Dari total 6.979 lulusan USM yang diwisuda, sebanyak 550 orang bergelar doktor falsafah, 1.479 bergelar master, 4.883 sarjana muda, serta 67 orang diploma kejururawatan. 

Informasi itu disampaikan penerima gelar doktor dari USM asal Aceh, Dr Sabirin MSi kepada Serambinews.com, Kamis (25/10/2018).

Dia bersyukur dan bangga atas gelar yang diraihnya dengan perjuangan itu.

“Gelar ini tidak lahir dengan sendirinya, tapi butuh perjuangan, pengorbanan, dan bantuan dari banyak pihak, sehingga amat patut disyukuri,” ujar dosen pada Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry itu.

Baca: Empat Kapolsek di Lingkungan Polresta Banda Aceh Dirotasi, Ini Para Penggantinya

Dia berharap semakin banyak generasi Aceh yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan S2 dan S3, baik di dalam dan luar negeri. 

“Ambil kesempatan untuk mendapat beasiswa dari pemerintah Aceh, untuk mewujudkan Aceh hebat dan bermartabat,” kata doktor yang baru berusia 34 tahun ini.

Untuk diketahui, Sabirin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pemberdayaan Potensi Teungku Dayah ke Arah Peningkatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat” pada 23 Februari lalu. 

Ia dibimbing oleh Prof Azlinda Azman dan Dr Muhammad Fadil Nurdin, dengan predikat sangat memuaskan.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved