Ulama Inshafuddin Gelar Seminar Tentang Radikalisme dan Wakaf

Dengan pembahasan pendangkalan radikalisme diharapkan jaringan dayah di Aceh dapat terhindar dari paham radikalisme.

Ulama Inshafuddin Gelar Seminar Tentang Radikalisme dan Wakaf
dayahinshafuddin.wordpress.com
Papan nama kantor Pengurus Besar (PB) Persatuan Dayah Inshafuddin. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengurus Besar (PB) Persatuan Dayah Inshafuddin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar seminar yang membahas situasi terkini ummat.

Seminar yang mengangkat tema “Peran ulama dalam merespons persoalan umat menuju negara sejahtera dan bermartabat” ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Jum’at dan Sabtu tanggal 26-27 Oktober, di Hotel Daka, Banda Aceh.

Ketua Panitia Acara, Tgk Abdullah Usman melalui siaran pers kepada Serambinews.com mengatakan, para peserta seminar terdiri atas anggota pleno, majelis syura, majelis Ulul Albab PB Inshafuddin, pengurus cabang Inshafuddin se-Aceh, unsur pimpinan, serta perwakilan lembaga pemerintah.

(Sabirin dan Tiga Mahasiswa Asal Aceh Raih Gelar Doktor di Malaysia)

(Dikunjungi Haji Uma, Kini Fatimah Bisa ‘Berjalan’ Lagi)

Tgk Abdullah menyampaikan, dalam seminar ini dibahas dua tema besar, yaitu terkait penangkalan radikalisme dan upaya agar tanah-tanah wakaf di Aceh dapat segera disertifikasi.

Dengan pembahasan pendangkalan radikalisme diharapkan jaringan dayah di Aceh dapat terhindar dari paham radikalisme.

Sebab, sejak semula ulama-ulama dayah di Aceh tidak pernah mengajarkan radikalisme, karena paham yang dianut adalah paham yang washatiyah.

(Air Bersih Sumur Wakaf Senantiasa Aliri Pedalaman Aceh Utara)

(Wakaf Uang Tunai Semakin Digarap)

Sementara tema kedua tentang tanah wakaf.

Adapun topik bahasannya adalah agar tanah-tanah wakaf di Aceh dapat segera disertifikasi karena ada peluang yang diberikan oleh pemerintah bahwa sertifikasi tanah wakaf tidak ditanggung oleh pribadi, namun ditanggung oleh negara.

“Jadi ke depan kita berharap agar para pimpinan dayah, imam-imam kampung atau nadzir wakaf, untuk segera memproses sertifikasi tanah wakaf melalui kantor badan pertanahan kabupaten/kota masing-masing. Kita berharap agar tanah wakaf jangan beralih tangan, seperti yang dilakukan oleh pengelola tanah wakaf Baitul Asyi di Mekkah,” ujar Tgk Abdullah Usman. (*)

(Apa Kabar Wakaf Aceh?)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved