Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Ahok: Polisi Kok Sama Saya Cepet?

Ahmad Dhani mengatakan, sharusnya sebelum ditetapkan jadi tersangka, kasusnya minimal dilakukan gelar tersangka terlebih dahulu.

Ahmad Dhani Bandingkan Kasusnya dengan Ahok: Polisi Kok Sama Saya Cepet?
Tribunnews.com
Ahmad Dhani saat menjalani sidang kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018) 

SERAMBINEWS.COM - Ahmad Dhani protes soal penetapan tersangka kepada dirinya yang dinilai terlalu cepat.

Ahmad Dhani mengatakan, sharusnya sebelum ditetapkan jadi tersangka, kasusnya minimal dilakukan gelar tersangka terlebih dahulu.

Ahmad bahkan membandingkan kasusnya dengan kasus Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di tahun 2017 lalu.

Suami Mulan Jameela itu mengatakan, harusnya ada gelar perkara dulu seperti Ahok, baru dirinya dijadikan tersangka.

"Ya sejauh ini ya cukup baik, cuma ya itu tadi, terlalu cepat mempertersangkakan, Tidak memberikan kesempatan kita untuk minimal gelar perkara khusus, kayak Ahok juga kan ada tuh gelar perkara khusus kan," jelasnya dilansir dari tayangan Kompas TV, Sabtu (27/10/2018).

Baca: Irwandi tak Tahu Steffy Minta Uang ke Saiful Bahri

Baca: Ribuan CPNS Gagal Ikut Tes

Ia pun mempertanyakan, mengapa dibandingkan Ahok, penetapan tersangka kepadanya jauh lebih cepat.

"Kan gini, kalau dibandingkan dengan Ahok gitu ya, Ahok kan lama banget jadi tersangka, kok saya cepet banget jadi tersangka gitu lho," jelasnya.

Ahmad Dhani mengatakan, hal itu agar tidak menimbulkan pertanyaan besar di dalam masyarakat.

"Kan harus ada equatified for the law. Jadi kan masyarakat supaya tidak berandai-andai. Kok polisi sama Ahmad Dhani cepet, sama Ahok kok lama sekali, sampai harus didemo jutaan orang baru jadi tersangka," jelasnya.

Bahkan ia kembali mengungkit kasus Ahok, yang menurutnya seharusnya bisa ditahan.

Baca: Patah Kaki di Tengah Lomba, Merangkak demi Lanjutkan Lomba, Ini Kisah Haru Pelari Jepang Rei Iida

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved