Balai Litbangkes Bahas Filariasis

Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Banda Aceh mengadakan seminar kesehatan

Balai Litbangkes  Bahas Filariasis
H ISNAINI Husda SE saat memberi pengarahan soal perlunya menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga di Gampong Doy, Jumat (14/9).

BANDA ACEH - Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Banda Aceh mengadakan seminar kesehatan dengan tema ‘Filariasis, Kenali Penyebab, Cegah Gejala, Stop Penyakit, Lindungi Komunitas Kita’, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (25/10). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 dibuka oleh Kepala Balai Litbangkes Banda Aceh, Dr Fahmi Ichwansyah SKp MPH.

Seminar kesehatan ini diikuti 153 peserta berasal dari universitas/akademisi, dinas kesehatan, puskesmas di Banda Aceh dan Aceh Besar, rumah sakit, MPU, organisasi PKK, organisasi DWP dan pegawai Balai Litbangkes Banda Aceh. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber.

Yaitu, dr Elizabet Jane Supardi MPH DSC pernah menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI. Selanjutnya, Peneliti Muda Balai Litbangke Banda Aceh, Yulidar SSi MSi, dan Dosen Parasitologi Fakultas Kedokteran Unsyiah Banda Aceh, dr Safarianti MKed Trop.

Dalam materi yang disampaikan, dr Elizabet Jane Supardi MPH DSC mengatakan filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria, dan ditularkan oleh nyamuk, dapat menimbulkan kecacatan menetap, stigma sosial, hambatan psikososial, menurunkan kualitas sumber daya manusia dan menimbulkan kerugian sosial.

Dikatakan, pencegahan filariasis dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk, memberantas nyamuk penular dan pemberian obat pencegahan massal (POPM) penyakit kaki gajah. “POPM bertujuan untuk menurunkan kadar mikrofilaria (cacing filaria) di dalam darah sehingga tidak terjadi penularan, walaupun POPM filariasis sudah dihentikan,” ujarnya.

Melalui seminar kesehatan ini diharapkan lintas sektor dapat menjadikannya sebagai dasar pengambil kebijakan, serta menyukseskan program pemberian obat massal pencegahan filariasis.(una/rel)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved