Dinkes Lanjutkan Imunisasi MR di Sekolah

Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dipastikan akan melanjutkan

Dinkes Lanjutkan Imunisasi MR di Sekolah
ist
Rapat Konsultasi terkait penggunaan vaksin Measles Rubella kepada masyarakat Aceh di Aula Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Rabu (19/9/2018). 

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dipastikan akan melanjutkan kembali program imunisasi atau vaksinasi Measles Rubella (MR) ke sekolah-sekolah. Namun begitu, kali ini sistemnya sedikit beda karena tanpa ada paksaan, sehingga tergantung dari pihak sekolah apakah menyetujui vaksinasi dilakukan di sekolahnya ataupun tidak, serta wajib ada persetujuan dari masing-masing wali murid.

Untuk diketahui, awal Agustus lalu, Pemko Lhokseumawe menargetkan akan melakukan vaksinasi MR terhadap 60 ribu anak. Pencanangan pun dilakukan pada 1 Agustus 2018 lalu. Namun, dengan mencuatnya persoalan kalau vaksinnya belum ada sertifikasi halal, maka vaksinasi MR ke sekolah kala itu ditunda. Meski begitu, bila ada orang tua yang ingin anaknya divaksinasi MR, tetap dilayani di puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pihaknya telah menerima keputusan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang memerintahkan untuk melanjutkan imunisasi MR, namun tanpa ada paksaan. Keputusan ini berdasarkan keluarnya fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin MR, yang disebutkan hukumnya adalah mubah.

“Jadi, dengan adanya petunjuk dari Kemenkes itu, maka Dinkes selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah akan melaksanakan keputusan tersebut, termasuk siap melakukan kembali penyuntikan MR ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Namun begitu, tegas dr Said, pihaknya baru akan turun ke sekolah-sekolah, bila mana ada persetujuan dari kepala sekolah itu sendiri. “Untuk mempersiapkan kembali program vaksinasi MR ke sekolah-sekolah, pada Selasa (30/10) ini, kita akan melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah dan instansi terkait lainnya,” ujar dia.

Setelah sosialisasi, ucapnya, baru Dinkes akan berkoordinasi kembali dengan para kepala sekolah, apakah disetujui petugas vaksin turun ke sekolah ataupun tidak. “Bila disetujui, baru petugas kami turun ke sekolah. Sedangkan terkait surat persetujuan wali murid untuk vaksinasi ini, mekanismenya akan diatur pihak sekolah masing-masing. Intinya, penyuntikan dilakukan tanpa ada paksaan sedikit pun,” paparnya.

Namun begitu, ungkap Kadinkes, semua orang tua atau wali murid perlu mengetahui kalau vaksin MR itu sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan anak-anak dari penyakit berbahaya. Ada sejumlah penyakit yang bisa dicegah dengan penyuntikan MR, di antaranya adalah campak, hepatitis B, TBC, difteri, batuk rejan, tetanus, dan polio, termasuk juga mencegah penyakit hemofilus influenza.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved