Pamsimas Latih Warga dari 21 Gampong

Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) melatih warga dari 21 gampong

Pamsimas Latih Warga dari 21 Gampong
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Warga dari 21 gampong di Pidie mengikuti pelatihan program Pamsimas di Hotel Lestari Sigli, Jumat (26/10/2018). 

SIGLI - Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) melatih warga dari 21 gampong di Pidie menjadi kader air minum dan penyehatan lingkungan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari di salah satu hotel di Sigli, Jumat (26/10). Pamsimas merupakan program pemerintah yang dinaungi Kementrian PU, Kementrian Kesehatan, Kementerian Desa, dan Kementrian Dalam Negeri.

Distrik Koordinator Pamsimas Pidie, Defrizon ST, didampingi pemandu pelatihan Rahmat Fadhilah SP MSi, kepada Serambi, Jumat (26/10) mengatakan, Pamsimas melatih warga sebagai kader untuk 21 gampong di Pidie. Kader yang dilatih itu menjadi kader air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) yang nantinya membina gampong sendiri dalam pemenuhan air minum.

Sebab, kata Defrizon, tercatat 21 gampong di Pidie menjadi program Pamsimas sejak tahun 2014, 2015, dan 2017. Untuk tahun 2014 meliputi, Paya Guci (Tangse), Lam Ujong (Sakti), Lhok Igeh (Tiro), Meunasah Gedong (Delima), dan Bintang Hu (Batee).

Sementara tahun 2015 adalah Ceurih Kupula (Delima), Cot Seukee (Indrajaya), Meujee (Glumpang Tiga), Cumbok Niwa (Sakti), dan Peunalom Satu (Tangse).

Untuk tahun 2017, antara lain Rantau Panyang (Tangse), Ulei Gunong (Tangse), Paloh Kambuk (Mutiara), Mesjid Gumpung (Mutiara Timur), Pulo Loih (Geumpang), Kayee Panyang (Kembang Tanjong), Dayah Baroh (Batee), Jurong Gampong Cot Paloh (Padang Tiji), Seukeum Brok (Padang Tiji), Tong Pria (Mutiara Timur) dan Lutueng (Mane).

“Anggaran untuk membangun sanitasi air bersumber dari APBN, APBDES 10 persen dan 20 persen bantuan masyarakat. Sanitasi yang dibangun untuk kebutuhan air minum warga di pedesaan itu bersumber dari mata air dan sumur bor, dan bukan dari pipa milik PDAM,” sebutnya.

Ia menambahkan, bagi gampong yang belum maksimal pemenuhan air minum, maka kader AMPL harus mengadvokasi untuk kebutuhan pada tahun 2019. Misalnya, kata Defrizon, kader AMPL harus proaktif memasukkan anggara dalam RPJMDes 2019, sehingga program Pamsimas akan berjalan di gampong. “Oleh karena itu kita hari ini memberikan pembekalan kepada 21 warga agar mampu memfasilitasi masyarakat desa dalam proses persiapan dan perencanaan program Pamsimas tiga,” pungkasnya.(naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved