Rehab Rumah Warga Miskin Terhenti

Warga Gampong Dayah, Kemukiman Teubeng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, berhasil merehabilitasi sebanyak 17 unit rumah warga miskin

Rehab Rumah Warga Miskin Terhenti
Kolase Serambinews.com/IST
Kolase foto kegiatan merehab rumah milik Nurmalawati, relawan Pidie Mengajar. 

SIGLI - Warga Gampong Dayah, Kemukiman Teubeng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, berhasil merehabilitasi sebanyak 17 unit rumah warga miskin di tahun 2018. Namun, sebanyak tiga unit lagi terhenti rehabilitasinya karena anggaran gampong yang dialokasikan tak mencukupi untuk menuntaskan perbaikan.

Salah seorang warga Gampong Dayah yang juga keluarga penerima, Muhammad (43), kepada Serambi, Jumat (26/10), mengatakan, terhentinya rehab rumah milik Mansari, Baktiar, dan Poe Nu, dikarenakan keterbatasan material yang diberikan. “Setiap rumah hanya diberikan dana rehab Rp 4.350.000. Dari besaran dana itu hanya diberikan material berupa atap seng 24 lembar ukuran 6 kaki dan kayu balok (ring) ukuran 5x5 sebanyak 14 potong,” sebut Muhammad.

Sementara itu, 17 unit rumah yang mendapat alokasi dana yang sama telah selesai direhab. Kondisi rumah mereka tidak separah dengan tiga unit rumah warga yang tak tuntas direhab. Dengan jumlah dana sebanyak itu memungkinkan rumah direhab dengan menyisip pada bagian-bagian penting saja, misalnya saja teras dan atap bagian dapur.

Menurut Muhammad, dengan kekuatan material yang sangat minin, tentu saja sangatlah tidak mungkin melanjutkan upaya rehabilitasi. “Seharusnya untuk merehab rumah dengan kondisi atap yang memprihatinkan itu membutuhkan atap seng sebanyak 52 lembar dan 32 potong kayu balok ring ukuran 5x5,” katanya.

Dengan kondisi demikian, pihaknya berharap kepada keuchik serta perangkat gampong untuk mengalokasikam dana tambahan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) agar rehab rumah ini dapat dilanjutkan. “Supaya material rehab rumah yang telah diberikan tidak sia-sia dan dapat difungsikan,” jelasnya.

Anggaran Gampong Terbatas
Keuchik Gampong Dayah Teubeng, Pidie, Mahdi Adam yang ditanyai Serambi memgatakan, program rehab 20 unit rumah tersebut berdasarkan usulan warga dan setiap sasaran rumah rehab mendapat bagian dana Rp 4.350.000. “Memang dana rehab ini sangat terbatas, namun tidaklah mungkin dilakukan penambahan dana, karena akan memunculkan komplain dari warga lain,” jelasnya. Dalam setiap rehab rumah, material yang diberikan sesuai dengan permintaan masyarakat. Malahan setiap rehab rumah tetap dialokasikan ongkos tukang. “Saya berharap agar rehab ini dapat berjalan sesuai harapan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” katanya. (c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved