Telur Kom

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan hoaks telur palsu

Telur Kom

Oleh Rahmad Nuthihar, Staf Pengajar pada Universitas Abulyatama

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan hoaks telur palsu. Akibat hoaks tersebut, masyarakat Indonesia menjadi resah untuk mengonsumsi telur. Padahal, telur ini merupakan sumber protein hewani yang memang sangat baik dikonsumsi sebagai penganti sumber protein lainnya.

Melihat problem tersebut, saya teringat pengalaman saya sewaktu kecil saat memeliharaayam. Beberapa ayam peliharaan saya telah bertelur dan beberapa di induk sedang mengerami telur. Tentunya, harapan saya telur-telur yang dierami oleh sang induk dapat menetas. Sungguh tak disangka, setelah lebih kurang selama tiga minggu dierami oleh sang induk, ada tiga telur yang tidak menetas.

Tentu telur yang tidak menetas tersebut tidak dapat dikonsumsi. Saya pun berencana teluryang tidak dapat menetas tersebut saya pakai sebagai telur pengganti untuk mengecoh induk telur saat akan bertelur atau dalam bahasa Aceh disebut boh pengganto ‘telur pengganti’. Boh pengganto ini memang banyak digunakan oleh masyarakat Aceh, baik untuk mengecoh induk ayam maupun induk bebek.

Tujuan digunakan boh pengganto ini agar sang induk tidak curiga jumlah telurnya setiap hari berkurang karena telah diambil oleh peternak telur. Anda pun pasti bertanya apa hubungan antara telur dengan artikel bahasa ini. Untuk menghilangkan kerisauan pembaca, mari kita cermati persoalan bahasa yang saya bahas ini.

Telur yang tidak dapat menetas dalambahasa Indonesia disebut kemungkus. Hanya saja, kata kemungkus ini sudah arkais sehingga tidak banyak diketahui oleh penutur bahasa Indonesia. Pada 2016 silam, dalam Semiloka Pengayaan Kosakata Bahasa Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa di Provinsi Aceh, saya sempat mengusulkan kosakata kom pada laman www.kosakata. kemdikbud.go.id. agar diserap dalam bahasa Indonesia ataupun dimasukkan dalam KBBI V.

Usulan kosakata tersebut akhirnya diproses dan pada Juli 2018, lema kom sudah ada di laman www.kbbi.kemdikbud.go.id. Dengan perkataan lain, kosakata kom yang berasal dari bahasa Aceh sudah diserap dalam bahasa Indonesia. Lema kom pada laman www.kbbi.kemdik bud.go.id terdapat tiga sublema. Pada sublema ketiga, kom ini bermakna telur ayam yang tidak bisa menetas lagi walaupun sudah dieram lebih lama daripada biasanya. Telur kom ini kebanyakan dibuang dan ketika telur itu pecah mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Kembali lagi pada hoaks telur palsu. Pengguna media sosial di provinsi Aceh sempatdihebohkan dengan status pengguna media sosial yang mencurigai adanya telur palsu di Aceh. Hoaks telur palsu ini pun terus merambah begitu cepat dan diberitakan pada media online, baik nasional maupun lokal. Untuk menghindari kecemasan masyarakat, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta masyarakat terhenti menyebarkan informasi soal telur palsu.

Menurutnya, jika tetap diviralkan akandikenakan sanksi pidana dengan ancaman enam tahun penjara. Saya pun sempat tertawa dalam hati ketika mendengar hoaks telur palsu. Bahkan, hoaks ini pun cenderung dipercayai olehmasyarakat Indonesia. Telur palsu yang ditemukan di Aceh, katanya kulit ari menyerupai plastik, tidak berbau amis, warnanya bening, lendir encer serta tidak

lengket. Jika melihat ciri tersebut, ini merupakan tanda awal telur tersebut akankom. Salah satu ciri telur kom adalah kulit ari menyerupai plastik, tidak berbau amis, warnanya bening, lendir encer serta tidak lengket karena telur ayam tersebut sudah lama ditelurkan induknya. Kondisi telur demikian, dalam bahasa Aceh sering disebut engan boh manok sejuk (telur ayam yang terkontaminasi udara).

Makanya, untukmenjaga kesegaran telur, biasanya masyarakat Aceh memasukkan telur-telur ini ke dalam stoples ataupun wadah yang kedap udara. Mencermati pembakuan kosakata bahasa Aceh dalam KBBI V. Saat ini tercatat sudah 127 kosakata bahasa Aceh yang diserapdalam KBBI V. Jumlah kosakata bahasa Aceh yang diserap cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan bahasa daerah lainnya seperti bahasa Sunda yang jumlahnya 355 kosakata.

Namun demikian, bukan alasan bagi kita selaku penutur bahasa Aceh untuk mengusulkan kosakata bahasa Aceh sebanyak- banyaknya pada laman www.kbbi.kem dikbud.go.id Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika mengusulkan kosakata pada laman www.kbbi.kemdikbud.go.id, yakni (1) kosakata tersebut tidak ada dalam bahasa daerah lainnya, (2) kosakata tersebut aktif digunakan sebagai pengganti kosakata lainnya, (3) alofonis. Adapun beberapa kosakata yang saya usulkan telah diterima dalam KBBI adalah giwang, kerusung, dan kri.

Sementara itu, ada dua kosakata lagi (1)jong dan (2) kukuet sedang menunggu perbaikan dari redaktur. Oleh karena itu, mari kita proaktif mengusulkan kosakata bahasa daerah untuk dibakukan dalam KBBI. Terakhir, kembali lagi pada hoaks telur kom. Ciri yang paling simpel untuk menandakan telur kom adalah ketika telur digoyangkan akan mengeluarkan bunyi yang mengikuti arah gerakan.

Telur kom ini memang tidak layak dikonsumsi. Kita harus saksama ketika membeli telur ayam. Teluryang kita beli sedapat mungkin telur yang baru di ditelurkan oleh induk ayam. Hal ini bertujuan agar kita benar- benar mendapatkan telur yang bagus bukan telur kom.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved