Warga Adukan Pemilik Mobil Tinja

Pembuangan lumpur tinja ke permukiman warga di Desa Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara

Warga Adukan Pemilik Mobil Tinja
Youtube
Ilustrasi mobil sedot tinja 

* Dituding Buang Lumpur Tinja ke Permukiman

LHOKSUKON – Pembuangan lumpur tinja ke permukiman warga di Desa Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun, mendapat protes keras dari masyarakat setempat. Warga di kawasan itu pun melaporkan praktik pencemaran lingkungan oleh pemilik mobil penyedot tinja tersebut ke Camat Meurah Mulia agar mereka segera ditindak. Karena, sebelumnya peringatan dari warga tak diindahkan pemilik mobil tinja itu.

Surat yang ditujukan ke camat tersebut diteken 11 warga beserta keuchik, tuha peut, dan kepala dusun setempat. Dalam surat itu disebutkan, warga merasa terganggu dengan lumpur tinja dari pembuangan limbah mobil penyedot tinja yang dibuang ke kebun warga. Pembuangan lumpur tinja tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Rusli, warga Baroh Kuta Batee mengatakan, ketika musim hujan seperti sekarang ini, lumpur tinja yang mengeluarkan bau tak sedap itu menyebar bersama aliran air ke pekarangan rumah warga. Kondisi ini sangat meresahkan warga yang berada di lingkungan lokasi pembuangan tinja tersebut. Tak jarang, air yang bercampur lumpur tinja itu ikut masuk ke rumah, sehingga membuat seisi rumah jadi bau.

“Lumpur tinja itu juga terserap tanah, sementara warga di kawasan itu masih menggunakan air dari sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Kami khawatir, air sumur yang kami pakai itu ikut tercampur rembesan lumpur tinja, sehingga bisa menyebabkan timbulnya penyakit,” ujarnya kepada Serambi, kemarin.

Di sisi lain, tambah Rusli, aktivitas pembuangan lumpur tinja oleh mobil tangki penyedot tinja tersebut juga melalui jalan gampong. Eksesnya, ruas jalan kawasan itu menjadi rusak parah. Oleh karena itu, ucap dia, warga di kawasan tersebut berharap Muspika Meurah Mulia segera turun tangan untuk menghentikan aktivitas pembuangan lumpur tinja di Dusun Cot Mancang, Desa Baroh Kuta Batee tersebut. “Kami sebenarnya sudah berulangkali mengingatkan pemilik tujuh mobil penyedot tinja itu agar tak lagi membuang limbahnya di kawasan kami, tapi peringatan itu tidak diindahkan sampai sekarang,” tukasnya.

Bahkan, ungkap Rusli, saking kesalnya dengan sikap pemilik mobil tinja yang tak menginhdahkan keluhan warga setempat, ada yang sampai nekat memasang paku di jalan agar ban mobil tangki penyedot tinja itu bocor. Tapi, upaya ini tetap tak menghentikan aktivitas pembuangan limbah tinja di kawasan tersebut. “Saya juga tidak tahu siapa yang memasang paku di jalan. Mungkin hal itu dilakukan warga karena mereka tidak tahu lagi cara melarang pemilik mobil tinja agar tak membuang limbahnya ke permukiman warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Meurah Mulia, Aceh Utara, M Jamil Rasyid kepada Serambi mengakui, dia sudah menerima surat pengaduan warga pada Jumat (26/10) kemarin. Karena itu, tegasnya, pada Rabu (31/10) nanti, Muspika akan memanggil pihak yang membuang limbah tinja ke lokasi permukiman warga tersebut. “Jika nanti mereka tidak menghentikan aktivitasnya, Muspika akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka,” tukas Camat M Jamil.

Dia menerangkan, tinja itu bukan hanya najis, tapi juga bisa menimbulkan pencemaran lingkungan sehingga dapat menimbulkan penyakit. “Kenapa harus dibuang di lokasi permukiman warga, padahal itu najis dan sangat kotor. Kalau mau digunakan untuk pupuk, harus jauh dari permukiman warga,” pungkas Camat.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved